Keberlanjutan Sawit Indonesia: Peran ISPO dan Tekanan Pasar Global
Pekerja memikul tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke tempat penimbangan di Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat--(Antara)
Selain pendanaan, insentif nyata berupa akses pupuk bersubsidi, alat produksi, program peremajaan, dan kredit usaha harus diberikan kepada petani bersertifikat. Pendampingan teknis dan penguatan kelembagaan petani mutlak dilakukan agar mereka mampu memenuhi persyaratan.
Di sisi lain, harmonisasi ISPO dengan standar global perlu terus diperkuat, misalnya dengan digitalisasi sistem pelacakan rantai pasok, seperti yang dilakukan Malaysia dengan MSPO. Jika ISPO mampu sejajar dengan standar global, sertifikat ini dapat lebih mudah diakui pasar internasional.
*) Kuntoro Boga Andri PhD, Direktur hilirisasi Hasil Perkebunan, Kementerian Pertanian