Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Saatnya Kebijakan Moneter Lebih Demokratis

Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani sebagai pemimpin delegasi Republik Indonesia dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 pada 17-18 Juli 2025 di Durban, Afrika Selatan-Bank Indonesia-ANTARA/HO

Mandat ini tidak harus membatasi BI, tetapi justru memberi fleksibilitas dalam menghadapi krisis sosial ekonomi. Keempat, struktur Dewan Gubernur BI juga dapat dibuka bagi keberagaman latar belakang, termasuk ahli dari sektor riil, tenaga kerja, atau ekonomi pembangunan, bukan hanya ekonom moneter.

Reformasi ini bukan upaya untuk "mempolitisasi" Bank Indonesia, tetapi untuk mengembalikannya kepada rakyat. Kebijakan moneter, seperti halnya kebijakan fiskal, harus tunduk pada prinsip keadilan dan kesejahteraan sosial. Tidak cukup hanya menjaga stabilitas harga jika harga itu justru menciptakan pengangguran dan kesenjangan.

Pada akhirnya, kita perlu menegaskan bahwa independensi bank sentral adalah sarana, bukan tujuan. Ia penting untuk menjaga disiplin dan kredibilitas ekonomi, tetapi harus tetap berada dalam kerangka demokratis. Masyarakat Indonesia sudah semakin sadar akan pentingnya keadilan ekonomi.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita membuka diskusi yang jujur dan terbuka tentang bagaimana uang dan lembaga yang mengelolanya dapat benar-benar melayani kepentingan rakyat, bukan hanya angka-angka di layar komputer. (ant)

Oleh: Dr.Aswin Rivai,SE.,MM 

Pemerhati Ekonomi dan Dosen FEB-UPN Veteran, Jakarta, mantan Kepala Divisi International Banking Bank SBI Indonesia

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan