Perjudian Donald Trump di Iran yang Membahayakan Dunia
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turun dari helikopter Marine One saat kembali ke Gedung Putih di Washington D.C, Amerika Serikat, Sabtu (21/6/2025). Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa Amerika Serikat telah menyelesaikan serangan terhadap tiga lo-Xinhua/Hu Yousong/nym-ANTARA FOTO
"Serangan AS ini malah bisa membuka babak baru ketimbang mengakhiri perang AS-Iran yang sudah berlangsung 46 tahun," kata Sadjadpour.
Kritik paling pedas dilontarkan oleh salah satu lawan politik Trump, Senator Bernie Sanders, yang menyebut Trump sangat tidak konstitusional.
"Satu-satunya entitas yang boleh menyatakan negara ini berperang adalah Kongres AS. Presiden AS tak punya hak ini," kata Sanders di depan massa pendukungnya, tak lama setelah Trump mengumumkan keberhasilan AS membom tiga fasilitas nuklir Iran itu.
BACA JUGA:Harmonisasi Strategi Fiskal dan Moneter untuk Ketahanan Ekonomi
Sanders mengkritik cara otoriter Trump dalam mengambil kebijakan politik yang seharusnya tak boleh dia lakukan. Trump kerap dianggap melanggar konstitusi AS, termasuk melibatkan tentara (Garda Nasional) dalam protes sipil di AS.
Masuk lagi siklus perang
Pandangan Sanders itu merepresentasikan kecenderungan besar di AS saat ini menyangkut penglibatan AS dalam perang di luar negeri.
Jauh sebelum Trump menyerang Iran, sentimen antiperang di AS telah meluas.
Kini, Trump mungkin bakal menghadapi protes antiperang yang jauh lebih luas dan dahsyat ketimbang yang dihadapi Richard Nixon dan Lyndon Johnson pada 1960-an dan 1970-an ketika rakyat AS menentang Perang Vietnam.
Ironisnya, salah satu basis pendukung Trump adalah masyarakat antiperang AS yang jumlahnya sigfnikan.
BACA JUGA:Menaklukkan Tambora
Jika hal itu tak dikelola dengan baik oleh Trump, maka posisi politiknya terancam, apalagi tahun depan dia menghadapi Pemilu Sela yang dapat menghasilkan komposisi parlemen yang total beroposisi dengannya. Jika ini terjadi, maka skenario-skenario buruk bisa tercipta, termasuk pemakzulan.
Ancaman pemakzulan bahkan sudah dilontarkan wakil rakyat AS tak lama setelah Trump membom Iran.
Salah satu tokoh yang mengancam pemakzulan itu adalah legislator Alexandria Ocasio-Cortez, yang sama dengan Bernie Sanders, menilai Trump inkonstitusional karena menyerang Iran tanpa otorisasi Kongres.
Ocasio-Cortez menganggap Trump telah melanggar UUD dan kewenangan Kongres dalam menyatakan perang.
Situasi itu membahayakan AS, selain bisa memasukkan kembali AS dalam siklus perang yang ironisnya berusaha dihentikan oleh Trump.