Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Media Sosial & Penurunan Kualitas Pendidikan Anak

Ilustrasi: Media Sosial & Penurunan Kualitas Pendidikan Anak--(freepik)

Ketiga, mendorong interaksi sosial yang sehat. Pendidikan harus lebih menekankan interaksi sosial yang nyata, seperti diskusi kelompok, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembelajaran berbasis proyek. Dengan cara ini, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan komunikasi dan kerja sama yang lebih baik, yang tidak bisa didapatkan melalui media sosial.

Seorang pendidik, ilmuwan, dan dokter berkebangsaan Italia, Maria Montessori, dalam bukunya The Absorbent Mind (1949) menekankan bahwa pendidikan harus berpusat pada anak, dengan lingkungan yang memungkinkan eksplorasi dan pembelajaran mandiri. Dalam konteks ini, sekolah perlu menciptakan ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi secara langsung, membangun keterampilan sosial, dan mengembangkan kreativitas mereka tanpa ketergantungan pada media sosial.

Selain itu, Paulo Freire, filsuf Brazil dalam karya terkenalnya, Pedagogy of the Oppressed (1970) berpendapat bahwa pendidikan harus membebaskan anak dari pola pikir pasif dan mendorong mereka untuk berpikir kritis serta memahami dunia secara lebih mendalam. Dengan mendorong interaksi sosial yang sehat, anak-anak dapat belajar untuk mempertanyakan informasi yang mereka temui di media sosial dan mengembangkan pemikiran yang lebih reflektif serta kritis.

*) Penulis Pormadi Simbolon, adalah pemerhati pendidikan dan kebudayaan, alumnus STF Driyarkara.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan