Melampaui PDB, Mencari Indikator Kesejahteraan Sejati
Ilustrasi. Perajin membuat angklung bambu di Kampung Angklung, Panyingkiran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kementerian BUMN mengatakan pelaku UMKM berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 62,55 persen-Adeng Bustomi/agr-ANTARA FOTO
Sudah saatnya Indonesia mengadopsi paradigma pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, dengan mengintegrasikan ukuran yang mencerminkan kualitas hidup nyata masyarakat. Reformasi indikator pembangunan bukan hanya soal teknis, tetapi juga langkah strategis menuju masa depan yang lebih adil, demokratis, dan lestari. (antara)
*) Dr Aswin Rivai SE MM
Pemerhati Ekonomi, Dosen FEB-UPN Veteran, Jakarta