Menantikan Kejutan Luis Enrique Lagi
Pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique memberikan instruksi di pinggir lapangan saat menghadapi Arsenal pada pertandingan leg kedua babak semifinal Liga Champions di Parc des Princes, Paris, Kamis (08/05/2025)-FRANCK FIFE-ANTARA/AFP
Selain itu Enrique membuat PSG menjadi tim yang selalu dominan dengan memainkan tempo permainan. Rerata PSG mencatat 61,8 persen penguasaan bola.
Dominasi tersebut membuat gawang Gianluigi Donnaruma musim ini di UCL telah mencatatkan 6 kali nirbobol dan hanya kebobolan 15 gol sejauh ini.
BACA JUGA:Provinsi Baru, Langkah Strategis Jaga Kedaulatan di Perbatasan Natuna
Kejutan di Liga Champions
Enrique kembali membangkitkan mimpi PSG untuk bisa meraih gelar Liga Champions setelah sebelumnya sempat terkubur karena kalah dari Bayern Muenchen pada final Liga Champions musim 2020.
Dalam kurun waktu lima musim, mimpi tersebut kembali bangkit di kota Paris.
PSG kembali melaju ke babak final seusai menghajar Arsenal lewat agregat 3-1 pada pertandingan semifinal Liga Champions di Parc des Princes, Paris, Kamis.
Ousmane Dembele dan kawan-kawan kini dipastikan akan terbang ke Allianz Arena, Muenchen pada 1 Juni mendatang untuk menantang Inter Milan.
Bermain di fase grup, PSG sempat terseok-seok meski finis di urutan ke-15 klasemen dan harus menjalani laga play-off.
BACA JUGA: Kebijakan Prabowo & Titik Terang Kesejahteraan Buruh Indonesia
PSG yang sebelumnya bukanlah tim yang diprediksi mencapai babak final, mampu tampil mengejutkan sepanjang babak gugur.
Usai menghajar Brest di fase play-off, langkah PSG di babak gugur kian tak terbendung.
Melawan wakil-wakil Inggris seperti Liverpool (babak 16 besar), Aston Villa (babak perempat final), dan Arsenal (babak semifinal), tak membuat klub yang kerap diolok-olok berasal dari "Liga Petani" ini tumbang.
"Liga petani, bukan? Kami adalah liga petani,Tapi itu bagus. Kami menikmati hasil dan pujian dari semua orang yang berbicara tentang tim kami -- mentalitas kami, cara kami bermain," kata Enrique kepada TNT Sports, Kamis.
Tentu ini akan menjadi ambisi besar bagi Luis Enrique yang masih berpeluang untuk bisa meraih treble kedua sepanjang karir kepelatihannya.
Dengan ambisi ada di dalam kepala, Enrique ingin menyamai rekor dari mantan rekan setimnya, Pep Guardiola yang menjadi pelatih pertama yang meraih treble sebanyak dua kali dengan dua tim yang berbeda.