Hari Bumi 2025: Refleksi Terhadap Pertanian Berkelanjutan
Ilustrasi urban farming, gerakan yang berkontribusi dalam ketahanan pangan dan pengurangan emisi karbon di lahan sempit-- (Foto: ANTARA/Anita Permata Dewi)
Namun, pertanian berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa kolaborasi lintas sektor. Pemerintah perlu meninjau pembangunan yang masih abai terhadap prinsip keberlanjutan.
Di tingkat komunitas, berbagai inisiatif menunjukkan bahwa perubahan dimungkinkan dari bawah. Gerakan urban farming di Jakarta, Surabaya, dan kota besar lain membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk berkontribusi dalam ketahanan pangan dan pengurangan emisi karbon.
Lahan sempit disulap menjadi kebun vertikal dan sistem hidroponik, sementara kampung seperti Tirto di Yogyakarta sukses memanfaatkan limbah rumah tangga untuk aquaponik. Di Kalimantan Tengah, Desa Mandiri Energi mengolah limbah kelapa sawit menjadi biogas. Semua ini menjadi contoh bahwa inovasi dan kearifan lokal bisa melahirkan solusi berkelanjutan selama ada keberpihakan kebijakan dan semangat kolektif.
Generasi muda menjadi kunci perubahan. Dengan literasi digital yang tinggi, mereka memiliki peran strategis, mulai dari promosi pertanian organik di media sosial hingga mendirikan startup yang menghubungkan petani dan konsumen secara langsung. Pendidikan lingkungan hidup perlu diperkuat sejak dini agar kesadaran ekologis tertanam dalam setiap keputusan konsumsi.
BACA JUGA:Berjuang Menyerap Gabah Petani
Di saat yang sama, perubahan di tingkat individu tetap penting. Mengurangi sampah makanan, yang menurut FAO mencapai 23 juta ton per tahun di Indonesia, memilih produk lokal, atau menanam sayuran di rumah adalah langkah sederhana yang bisa berdampak besar jika dilakukan secara kolektif.
Selamat Hari Bumi 2025. Mari jadikan pertanian sebagai kekuatan utama dalam ekonomi bangsa dan upaya merawat bumi, demi masa depan yang sejahtera serta lestari.
*) Kuntoro Boga Andri adalah Kepala Pusat Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Perkebunan, Kementerian Pertanian