Nasib RI di Pusaran Perang Tarif AS-China
Ilustrasi: Nasib RI di Pusaran Perang Tarif AS-China--(Antara)
Selain itu, komoditas pertanian seperti karet, kelapa sawit, dan kakao juga berpotensi menggantikan posisi AS atau China di pasar internasional, seperti Eropa dan Jepang. Sekalipun, tanpa insentif ekspor dan perbaikan efisiensi produksi, peluang ini bisa berlalu begitu saja.
BACA JUGA:Deflasi Indonesia Pertama dalam 25 Tahun Terakhir, Apa Artinya?
Untuk meraih peluang di pasar global, Indonesia mesti bergerak cepat. Pertama, tingkatkan daya saing produk dengan investasi riset dan pengembangan, termasuk bibit unggul untuk kelapa dan kakao. Kedua, perbaiki infrastruktur ekspor seperti pelabuhan dan gudang untuk memangkas biaya logistik yang jadi masalah klasik. Ketiga, dorong diplomasi ekonomi dengan memperkuat perwakilan dagang di luar negeri dan aktif di forum internasional.
Perang tarif AS-China membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor dan memperkuat posisi di perdagangan global. Pasalnya, semua ini butuh sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat dalam mendukung kebijakan pro-ekspor.
*) Heru Wahyudi adalah Dosen di Prodi Administrasi Negara Universitas Pamulang