Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Buron Timah Rp 1 Triliun Belum Juga Tersentuh, Akankah Nasibnya Sama Seperti Riza Chalid?

Tetian Wahyudi, Buron Kasus Korupsi Timah Rp 1 Triliun-Ist-

Kritik Keras Aktivis 98

Ketimpangan perlakuan ini memantik reaksi keras dalam diskusi Koalisi Jurnalis Anti Korupsi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). Perwakilan Perkumpulan Aktivis 98, Rona Fortuna HS, menyoroti kinerja Jampidsus yang dinilai tebang pilih.

BACA JUGA:Polri Tetapkan 11 ABK jadi Tersangka Penyelundupan 7,5 Ton Pasir Timah ke Malaysia

Ia menilai bahwa penanganan kasus besar, termasuk skandal timah, seringkali tidak tuntas hingga ke akar substansialnya. Kejaksaan dianggap bergerak mengikuti irama atau selera politik penguasa semata.

"Kejaksaan hari ini mengikuti selera politik penguasa. Independensinya patut dipertanyakan," tegas Rona Fortuna HS dengan nada tinggi.

Menurutnya, sekadar mengganti pimpinan lembaga tidak akan cukup untuk membenahi masalah ini. Yang dibutuhkan adalah reformasi menyeluruh agar hukum tidak tajam ke satu sisi namun tumpul ke sisi lainnya.

Hal senada diungkapkan oleh Yerikho Manurung dari Indonesia Millennials Centre (IMC). Ia menilai Jampidsus belum menunjukkan ketegasan dan niat baik yang konsisten dalam memberantas korupsi.

BACA JUGA:Modus Baru Penyelundupan Timah Terbongkar, 10 Ton di Balik Udang

Yerikho menyoroti pola penegakan hukum yang cenderung berhenti atau melambat setelah sebuah perkara tidak lagi viral di ruang publik. Padahal, keadilan harus ditegakkan tanpa menunggu sorotan kamera media.

Jejak Tetian Wahyudi dan Dana Rp 1 Triliun

Sosok misterius yang dimaksud tak lain adalah Tetian Wahyudi, nama yang sangat kental keterlibatannya dalam pusaran korupsi PT Timah Tbk. Perannya dinilai sangat sentral karena aliran dana perseroan mengalir deras kepadanya.

Hampir Rp 1 triliun uang negara diduga kuat masuk ke kantong mantan wartawan tersebut melalui skema bisnis yang manipulatif. Tetian diketahui membentuk CV Salsabila Utama dan menduduki posisi sebagai Direktur Utama.

Berdasarkan fakta persidangan, CV Salsabila Utama disebut-sebut sebagai perusahaan boneka. Entitas ini merupakan rancangan dari mantan direksi PT Timah yang kini telah mendekam di penjara.

BACA JUGA:Sidang Perintangan Korupsi Timah: Jaksa Sita 134 Bukti Elektronik, Hadirkan Ahli Digital Forensik

Para arsitek di balik layar tersebut adalah Eks Direktur Utama Mochtar Riza Pahlevi Thabrani (MRPT) dan Eks Direktur Keuangan Emil Ermindra. Ke rekening perusahaan boneka inilah dana jumbo PT Timah dialirkan secara sistematis.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan