Sejumlah Negara Blokir DeepSeek, AI China Dinilai Berisiko Keamanan Data
Sejumlah Negara Blokir DeepSeek, AI China Dinilai Berisiko Keamanan Data--(freepik)
8. Rusia
Berbeda dengan negara lain, Rusia justru membuka ruang kerja sama. Presiden Vladimir Putin memerintahkan Sberbank untuk menjalin kolaborasi dengan peneliti China dalam proyek AI bersama, termasuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
BACA JUGA:Ambisi Mobil Hidrogen China Terbentur Realita, Produksi Baru 30.000 Unit
9. Korea Selatan
Otoritas perlindungan data Korea Selatan menghentikan sementara unduhan baru DeepSeek pada pertengahan Februari karena ketidakpatuhan terhadap aturan perlindungan data. Akses pegawai sempat diblokir, meski layanan kembali tersedia pada akhir April setelah penyesuaian.
10. Taiwan
Taiwan melarang seluruh departemen pemerintah menggunakan DeepSeek sejak Februari. Pemerintah menilai aplikasi ini berisiko terhadap keamanan nasional dan berpotensi menyalurkan data pengguna ke China.
11. Amerika Serikat
Amerika Serikat mengambil sikap paling keras. Pemerintahan Trump mempertimbangkan sanksi yang dapat melarang DeepSeek membeli teknologi asal AS serta membatasi akses warga Amerika ke layanannya.
Sejumlah anggota parlemen juga mendesak Pentagon memasukkan DeepSeek ke dalam daftar entitas yang diduga membantu militer China.
BACA JUGA:China Tunduk Aturan Baru Malaysia, WeChat Resmi Ajukan Lisensi Operasi
Hingga Agustus, senator Republik masih meminta evaluasi menyeluruh atas potensi celah keamanan data dari model AI sumber terbuka asal China.
Kasus DeepSeek menunjukkan bahwa persaingan teknologi AI global tidak hanya soal inovasi dan biaya, tetapi juga menyangkut isu strategis seperti keamanan data, kedaulatan digital, dan geopolitik.***