Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Sejumlah Negara Blokir DeepSeek, AI China Dinilai Berisiko Keamanan Data

Sejumlah Negara Blokir DeepSeek, AI China Dinilai Berisiko Keamanan Data--(freepik)

Pemerintah Republik Ceko pada Juli melarang seluruh administrasi publik menggunakan layanan DeepSeek.

Keputusan ini diambil setelah muncul kekhawatiran serius terkait keamanan data dan sistem digital negara.

3. Prancis

Otoritas pengawas privasi Prancis menyatakan akan memanggil DeepSeek sejak Januari 2025. Pemerintah ingin mendapatkan penjelasan rinci mengenai cara kerja sistem AI tersebut serta potensi risiko privasi bagi pengguna.

4. Jerman

Jerman meminta Apple dan Google menghapus DeepSeek dari toko aplikasi mereka pada Juni. Permintaan ini disampaikan oleh otoritas perlindungan data karena kekhawatiran penyimpanan dan pengelolaan data pengguna.

5. India

Kementerian Keuangan India mengimbau pegawainya untuk tidak menggunakan alat AI, termasuk DeepSeek dan ChatGPT, untuk kepentingan resmi. Alasannya terkait risiko kebocoran dokumen rahasia dan data pemerintah.

BACA JUGA:Dominasi Jepang Berakhir, Produsen Mobil China Jadi Penguasa 2025

6. Italia

Italia sempat memblokir DeepSeek pada Januari 2025 karena minimnya informasi soal penggunaan data pribadi.

Meski investigasi kemudian ditutup oleh otoritas persaingan AGCM, kasus ini menyoroti potensi AI menghasilkan informasi keliru tanpa peringatan yang jelas kepada pengguna.

7. Belanda

Badan pengawas privasi Belanda memulai penyelidikan terhadap praktik pengumpulan data DeepSeek pada akhir Januari.

Pemerintah juga melarang pegawai negeri menggunakan aplikasi ini, sejalan dengan kebijakan keamanan siber terhadap negara dengan program siber ofensif.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan