Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Cloudflare Alami Gangguan, Layanan Digital Global Sempat Down

Ilustrasi - Gangguan teknis Cloudflare picu lonjakan galat 500 di layanan digital global, termasuk media sosial dan aplikasi AI-rawpixel-freepik

BELITOGNEKSPRES.COM - Cloudflare, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang menyediakan infrastruktur penting internet, mengalami gangguan teknis tak teridentifikasi pada Selasa 18 November waktu setempat. Masalah ini memicu lonjakan status galat "500 Internal Server Error" di berbagai layanan digital global, termasuk media sosial dan sejumlah aplikasi AI.

Perusahaan yang bertugas melindungi jutaan situs dari serangan berbahaya seperti Distributed Denial of Service (DDoS) melaporkan adanya lonjakan lalu lintas yang tidak biasa ke salah satu layanannya sejak pukul 11.20 pagi waktu Inggris. Juru bicara Cloudflare menyatakan, lonjakan ini menyebabkan beberapa lalu lintas yang melewati jaringan mereka mengalami galat.

"Kami belum mengetahui penyebab lonjakan lalu lintas yang tidak biasa ini. Tim kami siap memastikan semua lalu lintas terlayani tanpa kesalahan, setelah itu fokus akan diarahkan untuk menyelidiki penyebabnya," ujar juru bicara perusahaan.

Gangguan ini sempat memengaruhi layanan enkripsi Warp di London, yang mengalami penonaktifan sementara sehingga pengguna di wilayah tersebut gagal terhubung. 

BACA JUGA:Lakukan Efisiensi: Meta PHK Massal Divisi AI, 600 Karyawan Terimbas

BACA JUGA:Budaya Belanja Berubah, dari Marketplace ke Social Commerce | TikTok Shop Jadi Raja Baru

Selain itu, teknisi Cloudflare dijadwalkan melakukan pemeliharaan di pusat data Tahiti, Los Angeles, Atlanta, dan Santiago (Chili), meski belum dapat dipastikan apakah kegiatan tersebut terkait langsung dengan gangguan ini.

Ahli Keamanan Siber, Prof. Alan Woodward dari Surrey Centre for Cyber Security, menekankan peran Cloudflare sebagai "penjaga gerbang" internet, memantau lalu lintas situs untuk melindunginya dari serangan DDoS. 

Ia menambahkan, gangguan terjadi kurang dari sebulan setelah pemadaman di Amazon Web Services, sehingga memperlihatkan ketergantungan luas infrastruktur internet pada sejumlah perusahaan besar.

Woodward menilai kecil kemungkinan gangguan ini disebabkan serangan siber, mengingat layanan sebesar Cloudflare dirancang untuk menghindari risiko Single Point of Failure (SPOF). (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan