Pemerintah Bakal Impor Etanol dari AS untuk Penerapan Program E10
Penggunaan etanol dalam BBM global makin meluas demi energi bersih--Google
BELITONGEKSPRES.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan mengimpor etanol dari Amerika Serikat sebagai bagian dari persiapan penerapan program E10.
Kebijakan ini ditempuh untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung kesepakatan agreement on reciprocal trade antara Indonesia dan AS.
Bahlil menjelaskan, program E10 merupakan skema pencampuran bensin dengan 10 persen etanol. Kebijakan tersebut akan diterapkan secara mandatory sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi.
"Salah satu strategi untuk kita mendorong ketahanan energi, kita akan menerapkan bagian daripada bensin kita akan campur dengan ethanol mandatory," ungkap Bahlil dalam konferensi pers daring, 20 Februari 2026.
BACA JUGA:Pemerintah Wajibkan Campuran Bioetanol pada Bensin Paling Lambat 2028
BACA JUGA:Pertamina Berencana Kembangkan Bioetanol dari Gula Aren
Menurutnya, pengadaan etanol dari Amerika Serikat akan dilakukan hingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan bahan baku tersebut secara mandiri melalui produksi dalam negeri.
"Sampai dengan produksi kita bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka ruang untuk kita melakukan impor boleh saja termasuk di impor dari Amerika," ujarnya.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM sebelumnya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung implementasi E10. Di antaranya pembangunan pabrik etanol serta pengembangan bahan baku seperti tebu dan singkong.
Etanol sendiri merupakan bahan kimia berbasis nabati yang dapat dihasilkan dari fermentasi tanaman, terutama tebu. Selain itu, etanol juga bisa diproduksi dari singkong dan ubi.
Dengan penerapan E10, pemerintah menargetkan bauran energi yang lebih beragam sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil murni. Kebijakan impor sementara dari AS dinilai sebagai solusi transisi sebelum kapasitas produksi nasional siap memenuhi kebutuhan domestik. (ant)