Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Konflik Iran-Israel Memanas! Pemerintah RI Siap Hadapi Dampaknya

--kementerian keuangan

BELITONGEKSPRES.COM - Ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran terus memanas, memicu kekhawatiran global termasuk dari para investor dan pelaku ekonomi di Indonesia. Situasi yang makin kompleks ini mendorong pemerintah untuk menyiapkan berbagai skenario mitigasi, khususnya dalam aspek ketahanan pangan, energi, dan stabilitas ekonomi nasional.

Krisis Timur Tengah Ancam Stabilitas Global

Konflik antara Israel dan Iran yang terus meningkat mendorong keterlibatan negara-negara besar seperti Amerika Serikat. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menolak tuntutan Presiden AS, Donald Trump, yang meminta penyerahan tanpa syarat. Di sisi lain, AS kini mempertimbangkan kemungkinan menyerang Iran secara langsung, yang berpotensi memicu eskalasi konflik berskala luas.

Pemerintah RI Siaga: Ketahanan Pangan & Energi Jadi Prioritas

Juru Bicara Istana, Fithra Faisal, menegaskan bahwa Indonesia telah menyiapkan langkah-langkah mitigatif menghadapi potensi dampak dari konflik tersebut.

BACA JUGA:IAI Sebut Rumah Subsidi Tapak Minimal Harus 36 Meter Persegi

BACA JUGA:Waspadai Modus Penipuan Digital: Satgas PASTI Ingatkan Risiko Meningkat Akibat AI dan Kripto Ilegal

“Kita melihat dari kuartal pertama, program ketahanan pangan telah membuahkan hasil. Pertumbuhan sektor pertanian mencapai 10,53%, dan cadangan beras meningkat signifikan,” ujar Fithra dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Kamis 19 Juni.

Dengan produksi pangan yang meningkat, pemerintah optimistis bisa menjaga stabilitas harga bahan pokok. Fithra juga menyoroti data inflasi Indonesia yang terjaga di level 1,6% (yoy), sebagai bukti efektivitas program pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan eksternal.

Penguatan APBN & Intervensi Ekonomi Ganda

Untuk memperkuat pertahanan ekonomi, pemerintah melakukan realokasi anggaran dari sektor yang kurang produktif ke cadangan fiskal strategis.

“APBN masih dalam kondisi kuat. Pemerintah akan melakukan dual intervention, baik dari sisi permintaan maupun produksi, jika skenario terburuk terjadi,” jelas Fithra.

Fithra meminta masyarakat untuk tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas ekonomi seperti biasa.

BACA JUGA:Pemerintah Buka Blokir Anggaran Rp129 Triliun untuk Dukung Program Prioritas Nasional

BACA JUGA:Cukai Minuman Berpemanis Batal Diberlakukan di 2025, Regulasi Masih Disiapkan

“Tetap belanja, tetap beraktivitas. Pemerintah siap menghadapi kemungkinan apa pun. Ekonomi akan terus bergerak,” tegasnya.

Harga Minyak Dunia Fluktuatif, Waspada Dampak BBM

Meningkatnya konflik di Timur Tengah turut memengaruhi harga minyak global. Hari ini, harga minyak mentah Brent tercatat turun 0,5% menjadi US$ 76,08 per barel, sementara minyak WTI turun 0,3% menjadi US$ 74,60 per barel.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan