Panen Raya Simpang Renggiang, Pemkab Beltim dan Yonif 845 Perkuat Ketahanan Pangan
panen raya bersama di eks lahan sawah Jepang, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Renggiang, pada Rabu (18/2/2026)-Muchlis Ilham/BE-
BACA JUGA:Nadiarsyah Resmi Pimpin Golkar Beltim 2026–2031, Target Tambah Kursi DPRD di Pileg
Skema Bagi Hasil 60:40, Masyarakat Diuntungkan
Khairil Anwar menjelaskan, hasil panen yang diperoleh tidak hanya berdampak pada institusi, tetapi juga memberi keuntungan nyata bagi masyarakat.
Melalui skema pembagian hasil 60:40, masyarakat mendapatkan bagian bersih yang dinilai cukup menguntungkan.
“Hasil panen hari ini masyarakat tetap diuntungkan karena dari pembagian 60-40 sudah mendapatkan hasil yang bersih. Artinya kolaborasi antara TNI dan masyarakat ini sangat baik dan harus terus berlanjut,” katanya.
Ia berharap seluruh lahan yang telah disiapkan dapat ditanami secara optimal pada tahap berikutnya.
Target Pengembangan Hingga 20 Hektar
Panen perdana ini disebut sebagai langkah awal dari rencana yang lebih besar. Ke depan, pengembangan lahan pertanian di kawasan tersebut ditargetkan mencapai 20 hektar secara bertahap.
“Ini baru awal. Secara bertahap akan dikerjakan hingga luasan 20 hektar yang sudah disiapkan. Mudah-mudahan dengan kolaborasi, tujuan kita bersama bisa tercapai,” ungkapnya.
BACA JUGA:Jafri Soroti Perjalanan Golkar Beltim, Pimpin DPD II 3 Periode, Dukung Energi Baru Menang Pemilu
BACA JUGA:Kasus Karhutla di Beltim Meluas Hingga 24 Hektare, BPBD Ungkap Pemicu Utama
Wabup Beltim juga mengapresiasi kualitas hasil panen, khususnya padi yang dinilai memiliki bulir berisi penuh.
“Kalau melihat hasil hari ini cukup berat, artinya isi padi tersebut maksimal,” tambahnya.
Sebelumnya dalam sambutan Bupati Beltim yang dibacakan Wakil Bupati tampak menyampaikan sambutan tertulis yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Disebutkan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.