Penyelundupan Timah Dari Belitung Masih Terjadi, Perintah Tegas Prabowo Diabaikan
Satreskrim Polres Belitung bersama Sat Polairud berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan karung berisi timah ilegal, Senin (29/9/2025) malam-Istimewa-
Operasi Terpadu Babel
Penangkapan ini juga menunjukkan betapa sulitnya memberantas praktik tambang dan penyelundupan timah ilegal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Meski Presiden Prabowo sudah menginstruksikan operasi terpadu, jalur-jalur tikus masih dimanfaatkan para pelaku untuk meloloskan hasil tambang.
Babel selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil timah terbesar dunia. Namun, di balik kekayaan itu, kerugian negara akibat aktivitas ilegal mining dan penyelundupan mencapai triliunan rupiah setiap tahun.
Situasi ini juga berdampak buruk pada lingkungan, mulai dari kerusakan ekosistem laut hingga lahan bekas tambang darat yang terbengkalai.
BACA JUGA:Tambang Timah Ilegal Marak Lagi di Juru Seberang, Nelayan Desak Kapolres Belitung Tegas
Instruksi Presiden Prabowo dinilai sebagai sinyal tegas bahwa pemerintah pusat tidak main-main dalam menutup praktik ilegal tersebut. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa penindakan harus dilakukan terus-menerus dan melibatkan pengawasan ketat dari semua pihak.
Komitmen Aparat di Daerah
Polres Belitung memastikan pihaknya tidak akan kompromi terhadap upaya penyelundupan timah. Dengan dukungan penuh TNI, Polri, serta instansi terkait seperti Bea Cukai, diharapkan jalur penyelundupan bisa ditutup secara menyeluruh.
“Kami butuh dukungan masyarakat untuk memberikan informasi. Kasus ini tidak bisa diberantas hanya dengan operasi aparat. Peran aktif warga sangat penting,” tutup AKP Yudha.
Kasus terbaru ini juga menegaskan bahwa meski jalur resmi diperketat, para pelaku penyelundupan hasil tambang di Bangka Belitung tetap mencari cara alternatif.
BACA JUGA:Tambang Timah Ilegal di Babel Jadi Sorotan, Pemerintah Siapkan Langkah Strategis
Karena itu, keberhasilan menggagalkan penyelundupan 15 ton timah ilegal dari Belitung bukan hanya capaian aparat, tetapi juga menjadi bukti bahwa instruksi Presiden Prabowo masih menghadapi tantangan besar di lapangan.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan langkah tegas pemerintah dalam memberantas aktivitas pertambangan ilegal di Bangka Belitung yang selama ini merugikan negara.
Mulai 1 September 2025, ia memerintahkan jajaran TNI, Polri, serta Direktorat Jenderal Bea Cukai untuk menggelar operasi besar-besaran di Provinsi Kepulauan, Negeri Serumpun Sebalai