Tambang Timah Ilegal Rusak Mangrove Juru Seberang, Oknum Aparat Belitung Diduga Terlibat
Aktivitas penambangan timah ilegal di kawasan hutan mangrove perairan Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Belitung--(Ist/Tangkapan Layar Video)
Keluhan juga datang dari warga lokal, salah satunya adalah BA. Nelayan pencari kepiting bakau itu mengaku sangat dirugikan dengan aktivitas tambang ilegal itu.
“Mereka jahat sekali. Kami sudah bertahun-tahun menggantungkan hidup dari hasil tangkapan di kawasan bakau. Sekarang mereka malah menghancurkannya," ucap BA kepada Belitong Ekspres.
BACA JUGA:Polda Diminta Transparan Usut 4,95 Ton Timah Ilegal, Mustahil Hanya 1 Tersangka
BACA JUGA:Potret Ironi Kemiskinan Warga Belitung di Balik Suburnya Tambang Timah Ilegal & Mafia BBM
Ia menyatakan, dampak dari tambang liar tersebut sangat terasa. Hasil tangkapan menurun drastis dan mengganggu ekosistem perairan yang sebelumnya menjadi lumbung penghidupan warga.
Oleh karena itu, BA mendesak aparat kepolisian agar bertindak tegas terhadap para pelaku, tanpa pandang bulu. “Siapapun yang terlibat harus ditindak, termasuk kalau ada aparat sekalipun,” tegasnya.
Menanggapi laporan dan keresahan masyarakat tersebut, Kasatreskrim Polres Belitung, AKP I Made Yudha Suwikarma belum bisa berkomentar banyak.
Ia mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kabar tersebut. "Sedang kita dalami kabar itu," singkatnya saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Kepala Desa Juru Seberang, Ardiansyah, membenarkan adanya aktivitas penambangan timah ilegal di kawasan bakau desa yang dipimpinnya. "Benar, lokasinya masuk ke wilayah Tanjung Sabang," ujar Ardiansyah.
BACA JUGA:Razia Tambang Ilegal Juru Seberang: Polres Belitung Tak Temukan Pelaku, Hanya Barang Bukti
BACA JUGA:Penambangan Timah Ilegal Rusak Laut Juru Seberang, Oknum Aparat Diduga Jadi Bekingan
Kerusakan hutan mangrove akibat tambang ilegal ini menjadi sinyal bahaya bagi kelestarian lingkungan dan kelangsungan hidup masyarakat pesisir.
Jika tidak ditindak secara tegas, bukan tidak mungkin kerusakan ekosistem akan semakin meluas dan berdampak jangka panjang bagi keseimbangan alam di Pulau Belitung.***