Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Penambangan Timah Ilegal Rusak Laut Juru Seberang, Oknum Aparat Diduga Jadi Bekingan

Aktivitas penambangan timah ilegal di kawasan Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Belitung--(Ist/Facebook)

TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSRES.COM – Aktivitas penambangan timah ilegal yang terus berlangsung di kawasan pesisir Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, semakin meresahkan warga, terutama para nelayan tradisional.

Bukan tanpa alasan. Kegiatan tambang ilegal itu dituding mencemari laut dan merusak ekosistem perairan tempat nelayan menggantungkan hidup. Tangkapan ikan yang kian menurun drastis membuat ekonomi masyarakat pesisir terpuruk.

Salah satu nelayan setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa aktivitas penambangan sudah berlangsung lama di kawasan Gusong Bugis, tidak jauh dari jalan raya. Lokasinya pun sangat terbuka.

"Penambangan di lokasi itu sudah lama, kayaknya mereka beroperasi terus-menerus," ungkap pria tersebut kepada Belitong Ekspres, Selasa (13/5/2025).

BACA JUGA:Wagub Babel Optimis Shabrina Juara Indonesian Idol 2025, Nonton Bareng Jadi Pesta Dukungan

Dampak limbah dari aktivitas tambang itu menyebar langsung ke wilayah tangkap para nelayan, menyebabkan kerusakan lingkungan yang tak hanya merusak habitat ikan, tetapi juga memukul sumber pendapatan warga.

"Tangkapan kami berkurang banyak. Limbahnya mencemari laut. Kami sangat dirugikan," keluhnya.

Ia berharap pihak kepolisian serta instansi terkait segera turun tangan dan menertibkan tambang ilegal tersebut. Ia juga menyinggung ketimpangan penindakan hukum yang terjadi di wilayah lain.

"Jangan cuma tambang di perairan Mungsang, Desa Sungai Padang, Sijuk yang ditindak. Tolong di kawasan Juru Seberang juga. Di sini kerusakannya nyata," tegasnya.

BACA JUGA:Atlet Karate Babel Targetkan Emas di Kejurnas FORKI Riau 2025, Didukung Wagub Hellyana

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan adanya dugaan kuat keterlibatan oknum aparat yang membekingi aktivitas ilegal ini. Ia menyebut inisial seorang aparat, “R”, yang diduga ikut mengamankan jalannya tambang ilegal tersebut.

"Mereka jual hasil timahnya lewat meja goyang yang ada di Juru Seberang hingga ke Pulang. Sudah seperti jaringan terorganisir," ujarnya penuh kekesalan.

Sementara itu, Kepala Desa Juru Seberang, Ardiansyah, memilih tidak banyak berkomentar saat dikonfirmasi mengenai maraknya aktivitas tambang ilegal di wilayahnya.

"Kurang tahu. Karena saya memang tidak mantau lagi aktivitasnya," ucap Ardiansyah singkat ketiga dihubungi Belitong Ekspres.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan