IMM Kecam Dugaan Penganiayaan Ulama Babel oleh Oknum TNI, Desak Tindakan Tegas
Pengurus IMM Babel mendatangi POM TNI AD di Pangkalpinang untuk melaporkan kasus dugaan penganiayaan ulama Muhammadiyah-Istimewa-
“Kami minta tindakan cepat dan tegas. Jangan sampai ada upaya menutup-nutupi. Kami siap membawa persoalan ini ke Jakarta jika tidak ada langkah serius dari pihak TNI,” tegas Handika.
IMM juga mengimbau seluruh kader Muhammadiyah, simpatisan, dan masyarakat luas agar tetap tenang namun waspada. Mereka mengajak publik untuk ikut mengawal kasus ini, sembari memastikan tidak ada impunitas bagi pelaku kekerasan terhadap warga sipil, apalagi terhadap seorang ulama.
BACA JUGA:Mantan Cukong Timah Dieksekusi Kejati Babel, Usai Sempat Kabur ke Jakarta
BACA JUGA:DPRD Babel Sambut Ajakan Dialog Forum Kedukunan Adat Belitong, Dorong Rekonsiliasi Pemimpin Daerah
“Kasus ini bukan hanya soal senggolan lalu lintas. Ini menyangkut penganiayaan yang dilakukan oleh oknum aparat terhadap tokoh agama. Jika seorang ulama saja bisa diperlakukan demikian, bagaimana dengan rakyat biasa?” tutur Handika.
DPD IMM Bangka Belitung menyatakan solidaritas penuh kepada keluarga Hasan Rumata dan seluruh warga Muhammadiyah yang terdampak secara psikologis atas peristiwa ini.
Mereka menegaskan akan terus berdiri di garis depan perjuangan moral, melawan segala bentuk kekerasan yang mencederai keadilan dan kemanusiaan.***