Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Gubernur Babel Laporkan Kasus Hilangnya Alkes Rp15 Miliar ke Polda & Kejati, Dirut RSUD Dicopot

Gubernur Babel Hidayat Arsani saat mengunjungi RSUD Dr (HC) Ir Soekarno pada Selasa (8/7/2025)--(ANTARA/HO-Diskominfo Babel)

BACA JUGA:Lagi Penambang Tewas Diterkam Buaya, Predator Buas Ancaman Nyata di Babel

“Mulai pagi ini, kita ubah sikap. Mari kerja keras dan luruskan yang salah. Saya ingin rumah sakit ini menjadi yang terbaik di Babel,” tegas Gubernur.

Gubernur Copot Direktur RSUD 

Sebagai langkah awal pembenahan, Gubernur Hidayat Arsani mencopot dr Ira Ajeng Astried dari jabatannya sebagai Direktur RSUD Soekarno pada Selasa (1/7/2025). Pencopotan tersebut merupakan sanksi langsung atas hilangnya alkes bernilai miliaran rupiah di rumah sakit tersebut.

Langkah tegas ini diambil menyusul terbongkarnya kasus hilangnya 17 unit ventilator, alat medis penting untuk membantu pernapasan pasien, yang belum ditemukan selama lebih dari satu tahun terakhir.

"Ini menyangkut nyawa orang. Maka sebagai bentuk sanksi, saya non-jobkan direktur rumah sakit ini (dr Astrid)," tegas Gubernur Hidayat Arsani seperti dikutip dari Antara.

BACA JUGA:Tukang Urut 10 Kali Cabuli Gadis 16 Tahun, Polisi Ungkap Modus Bejat Pelaku

Menurut Hidayat, kehilangan alat kesehatan tersebut berdampak besar terhadap pelayanan RSUD Soekarno, sekaligus menyebabkan kerugian signifikan bagi keuangan negara.

Satu unit ventilator diperkirakan bernilai lebih dari Rp300 juta. Jika dikalikan, total kerugian dari 17 unit yang hilang mencapai lebih dari Rp5 miliar.

“Ventilator itu alat yang sangat vital. Kalau alat medis lain mungkin masih bisa ditanggulangi, tapi kalau ventilator hilang, itu menyangkut nyawa,” tegasnya.

Gubernur juga menyoroti lemahnya respons manajemen rumah sakit dalam menangani kasus ini. Ia menilai pihak RSUD terkesan abai dan tidak menunjukkan itikad baik dalam menelusuri keberadaan alat kesehatan tersebut.

"Selama ini alat itu hilang, kok tidak ditindaklanjuti? Kalau mesin yang tidak penting mungkin bisa dimaafkan, tapi ini ventilator. Ini menyangkut hidup orang lain," ucapnya dengan nada geram.

BACA JUGA:Investor Singapura Minati Investasi di Babel, Rp40 Triliun Siap Digelontorkan

Lebih lanjut, Hidayat memastikan bahwa kasus ini tidak akan berhenti di pencopotan jabatan saja. Ia berkomitmen untuk menelusuri kasus ini secara menyeluruh dan membuka kemungkinan adanya unsur kelalaian, bahkan potensi tindak pidana yang merugikan negara.

"Langkah ini adalah bentuk penegasan bahwa pengelolaan alat kesehatan tidak boleh main-main. Ini menyangkut keselamatan masyarakat. RSUD Soekarno adalah milik rakyat Bangka Belitung dan harus dikelola dengan penuh tanggung jawab,” tandasnya.***

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan