Cahaya Adharta

Rabu 29 Oct 2025 - 21:48 WIB
Reporter : Dahlan Iskan
Editor : Yudiansyah

“Mama, di Beijing nanti aku ingin ke makam Papa. Ada pesan?”

Maria tersenyum lembut.

”Katakan padanya... aku sudah belajar tertawa tanpa ia, tapi tak pernah berhenti mencintainya.”

Ketika pesawat lepas landas, Maria duduk di taman, memandangi langit biru Jakarta. Di antara dedaunan yang bergoyang, ia merasakan hembusan angin lembut menyentuh pipinyi seolah ada tangan yang dulu pernah memeluknyi dengan kasih.

Dia menatap langit, menutup mata, dan berbisik, ”Kelvin... perjalanan hatiku belum berakhir. Aku masih berjalan di jalan yang sama jalan cinta yang kau mulai.”

Langit tampak lebih terang hari itu.

Mungkin karena cinta memang tak pernah benar-benar pergi. Dia hanya berganti wujud — dari pelukan menjadi angin, dari kenangan menjadi kekuatan, dari air mata menjadi cahaya. (Dahlan Iskan)

Kategori :

Terkait

Minggu 25 Jan 2026 - 13:45 WIB

Hady Alan

Sabtu 24 Jan 2026 - 18:40 WIB

Belah Tiga

Jumat 23 Jan 2026 - 14:03 WIB

Transformasi Ngambek

Kamis 22 Jan 2026 - 19:19 WIB

HWW

Rabu 21 Jan 2026 - 13:44 WIB

Pati Madiun