Cahaya Adharta

Rabu 29 Oct 2025 - 21:48 WIB
Reporter : Dahlan Iskan
Editor : Yudiansyah

Suara di seberang terdengar berat dan kaku.

“Maaf, Nyonya Kelvin...

suami Anda mengalami kecelakaan saat bertugas.

Ia tidak selamat.”

Dunia Maria runtuh dalam sekejap.

Suara di sekelilingnyi lenyap.

Ia jatuh berlutut, memeluk telepon yang dingin, seakan dari sana ia bisa menarik kembali suara suaminyi.

Malam itu, salju turun tipis di luar jendela, putih dan senyap, seperti menutupi semua warna kehidupannyi.

Hari-hari setelah itu berubah menjadi kabut.

Maria berhenti bicara.

Ia datang ke makam Kelvin setiap hari, duduk diam di bangku batu, membaca ulang surat-surat cinta lama.

”Kenapa kamu pergi begitu cepat?” bisiknyi berulang kali.

Satu tahun berlalu. Ia masih menatap foto pernikahan mereka setiap malam.

Senyum Kelvin seolah hidup, tapi tak lagi bisa disentuh.

Suatu hari, ibunyi menelepon dari Jakarta.

”Maria, datanglah ke sini sebentar. Bawa Sandy. Udara di sini hangat, mungkin bisa menyembuhkanmu.”

Kategori :

Terkait

Minggu 25 Jan 2026 - 13:45 WIB

Hady Alan

Sabtu 24 Jan 2026 - 18:40 WIB

Belah Tiga

Jumat 23 Jan 2026 - 14:03 WIB

Transformasi Ngambek

Kamis 22 Jan 2026 - 19:19 WIB

HWW

Rabu 21 Jan 2026 - 13:44 WIB

Pati Madiun