Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Nilai Tukar Petani Babel Turun di Desember 2025, Biaya Produksi Naik Lebih Cepat

Kepala BPS Babel Toto Haryanto Silitonga (kiri)--(ANTARA/Aprionis)

PANGKALPINANG, BELITONGEKSPRES.COM – Nilai Tukar Petani Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami penurunan pada Desember 2025.

Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat NTP Babel berada di angka 152,29, turun 0,15 persen dibandingkan November 2025 yang sebesar 152,52.

Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Toto Haryanto Silitonga menjelaskan, penurunan NTP terjadi karena kenaikan harga yang dibayar petani lebih tinggi dibandingkan harga yang diterima petani.

“Indeks harga yang diterima petani naik 0,90 persen. Namun indeks harga yang dibayar petani meningkat lebih tinggi, yaitu 1,05 persen,” kata Toto, dikutip dari Antara, Senin (5/1/2025).

BACA JUGA:Inflasi Babel Desember 2025 Tembus 2,77 Persen, Harga Pangan Masih Jadi Pemicu

Ia menyebut tekanan pada NTP terutama berasal dari penurunan indeks di dua subsektor utama. Subsektor tanaman pangan tercatat turun 1,45 persen. Tanaman perkebunan rakyat juga mengalami penurunan sebesar 1,08 persen.

Di sisi lain, beberapa subsektor justru menunjukkan perbaikan. Toto mengatakan subsektor hortikultura melonjak cukup tinggi.

“Kenaikan terjadi pada hortikultura sebesar 15,04 persen, peternakan 2,40 persen, serta perikanan yang naik 1,39 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut, Toto menjelaskan indeks harga yang diterima petani atau It merupakan indikator untuk melihat fluktuasi harga berbagai komoditas pertanian yang dihasilkan petani.

BACA JUGA:Royalti Timah Babel Masih 3 Persen, Ketua DPRD Tegaskan Seharusnya 7 Persen

Perkembangan harga tersebut dicatat pada lima subsektor komoditas pertanian. “Pada Desember 2025, secara umum indeks harga yang diterima petani naik 0,90 persen dibanding November, dari 188,31 menjadi 190,00,” katanya.

Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani atau Ib menggambarkan perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat perdesaan. Indeks ini juga mencerminkan biaya yang dikeluarkan petani untuk proses produksi pertanian.

“Indeks harga yang dibayar petani pada Desember 2025 sebesar 124,76. Angka ini naik 1,05 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 123,47,” tandasnya.

BPS menilai kenaikan biaya konsumsi dan produksi menjadi faktor utama yang menekan nilai tukar petani di Bangka Belitung pada akhir 2025.***

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan