Danantara Pekerjakan 1.635 Orang Bangun 15.000 Unit Huntara Korban Bencana Sumatera
Para pekerja pembangunan hunian sementara (huntara) korban bencana Sumatera--Dok. Hutama Karya
BELITONGEKSPRES.COM - CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan pihaknya telah mempekerjakan 1.635 orang untuk membangun 15.000 unit rumah hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Sumatera. Pekerja tersebut berasal dari sejumlah perusahaan BUMN konstruksi, termasuk PT Hutama Karya, PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, PT Ninda Karya, PT PP, dan PT Adhi Karya.
"Proses pembangunan dilakukan 24 jam dengan melibatkan 1.635 orang dari BUMN Karya, antara lain Hutama Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, PP, Ninda Karya, dan Adhi Karya," kata Rosan, dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Kamis 1 Januari..
Rosan menambahkan bahwa pada awal tahun ini, 600 unit huntara telah selesai dibangun dan dijadwalkan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026. Selain huntara, Danantara Indonesia juga menyerahkan hunian tetap seluas 3 hektare. Huntara dibangun di atas lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) seluas 5,8 hektare yang dapat diperluas hingga 13 hektare.
"Untuk hunian tetap, kami siapkan lahan seluas 3 hektare di seberang lokasi huntara," ujar Rosan. "Lahan huntara sendiri saat ini seluas 5,8 hektare dan dapat diperluas sampai 13 hektare."
BACA JUGA:Danantara Pastikan Merger BUMN Tanpa PHK, Target Rampung 2026
BACA JUGA:Danantara Dorong UMKM Perluas Jangkauan Bisnis Melalui Sektor B2B
Eks Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu menjelaskan bahwa pembangunan 15.000 unit huntara akan diselesaikan dalam waktu tiga bulan, tersebar di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rinciannya, 12.000 unit di Aceh, 2.000 unit di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, serta 5.000 unit di Sumatera Barat.
"Unit-unit huntara berdiri di lahan PTPN yang telah dibersihkan. Masing-masing unit berukuran sekitar 4,5 x 4,5 meter persegi atau 22 meter persegi per unit," jelas Rosan. (jpc)