Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Fakta Heboh Mobil Terbang Disebut Milik BYD, Manajemen Buka Suara

Pabrikan mobil ternama China BYD sempat viral karena disebut-sebut akan membuat mobil terbang-- Dok: Electreck)

BELITONGEKSPRES.COM - Isu mobil terbang kembali bikin heboh. Kali ini menyeret nama BYD. Raksasa kendaraan listrik asal China itu akhirnya buka suara dan mematahkan semua spekulasi yang beredar liar di internet.

BYD menegaskan satu hal. Mereka tidak punya rencana membuat atau meluncurkan mobil terbang. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh manajemen setelah rumor terus bergulir dan menyebar cepat di media sosial.

Cerita bermula dari sebuah video viral. Dalam video tersebut disebutkan bahwa Yangwang, merek mewah di bawah payung BYD, tengah menyiapkan mobil terbang bernama Ufly.

BACA JUGA:Pabrikan Jepang Mulai Terdesak, Motor Sport 4 Silinder China Naik Kelas

Klaim ini langsung menyedot perhatian publik. Bukan cuma penggemar teknologi, tapi juga pasar saham.

Nama BYD memang identik dengan inovasi. Maka tak heran, rumor ini langsung dipercaya sebagian orang. Apalagi narasi yang dibangun terdengar futuristis.

Mobil terbang itu diklaim bakal dibekali teknologi unggulan BYD, termasuk Megawatt Flash Charging yang disebut mampu mengisi daya super cepat.

Klaimnya tidak berhenti di situ. Sejumlah artikel online bahkan menyebut mobil terbang tersebut sudah melakukan uji terbang sejauh 136 kilometer. Rutenya dari Zhuhai ke Shenzhen pada Juli lalu.

BACA JUGA:Dominasi Jepang Berakhir, Produsen Mobil China Jadi Penguasa 2025

Ada pula kabar bahwa kendaraan itu telah terbang ke luar negeri dan mengantongi sertifikasi khusus untuk beroperasi di wilayah China.

Masalahnya, semua informasi itu tidak benar. Bos Branding dan Hubungan Masyarakat BYD, Li Yunfei, turun langsung membantah kabar tersebut.

Lewat unggahan resmi di Weibo, ia menyatakan BYD sama sekali tidak memiliki rencana, proyek, atau pengaturan terkait mobil terbang.

“Kami tidak memiliki rencana atau pengaturan seperti itu,” tegas Li, menutup semua ruang spekulasi.

Li juga menyinggung soal etika di ruang digital. Menurutnya, demi mengejar trafik dan popularitas, banyak pihak kerap mengorbankan akurasi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan