Kasus Tipikor Timah Bakal Panas Lagi di 2026, Proses Hukum Agat Cs Masih Berjalan
Jampidsus Febrie Adriansyah dan jaksa Agung ST Burhanuddin--(Ist/Babel Pos)
PANGKALPINANG, BELITONGEKSPRES.COM - Kasus dugaan tindak pidana korupsi atau Tipikor di sektor pertimahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dipastikan belum akan mereda.
Memasuki tahun 2026, perkara ini justru diprediksi kembali menghangat dan terus menjadi sorotan publik. Artinya, kasus timah sudah memasuki tahun ketiga setelah menyedot perhatian luas sepanjang 2024 dan 2025.
Sejumlah perkara besar terkait komoditas timah masih berada dalam proses hukum. Beberapa di antaranya belum sampai pada tahap penetapan tersangka, sehingga potensi kejutan hukum masih terbuka lebar.
Salah satu kasus yang terus berjalan adalah perkara dugaan korupsi tata niaga timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan PT Timah Tbk periode 2015 hingga 2022.
BACA JUGA:689 Anggota Polri Dipecat Sepanjang 2025, Pelanggaran Etik Tembus Ribuan Kasus
Kasus ini ditangani oleh Kejaksaan Negeri Bangka Selatan (Kejari Basel) dan hingga kini masih menjadi perhatian karena nilai kerugian negara yang sangat besar.
Selain itu, ada pula perkara penangkapan alat berat yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan ilegal di kawasan hutan Lubuk, Kabupaten Bangka Tengah.
Kasus tersebut ditangani oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan bersama Kejati Bangka Belitung dan Kejaksaan Agung RI. Proses hukumnya masih berlangsung dan belum tuntas.
Tak kalah menarik perhatian adalah kelanjutan penanganan para kolektor timah, termasuk Agat Cs, yang saat ini diproses oleh Kejaksaan Agung.
BACA JUGA:Desak Polres Belitung Tangkap DPO Penyelundup Timah 15 Ton, Yoga: Demi Tegaknya Keadilan
Kasus ini menjadi salah satu yang paling ditunggu publik karena menyeret banyak nama besar di lingkaran bisnis timah Bangka Belitung.
Nasib Para Kolektor Timah Jadi Sorotan
Perkembangan hukum terkait para kolektor timah menjadi isu yang paling dinantikan masyarakat.
Pasalnya, sejak penggeledahan, penyegelan gudang, hingga pemasangan garis pengamanan oleh penyidik, suasana Bangka Belitung sempat dibuat geger.