Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Cegah Predatory Pricing, Pemerintah Rancang Harga Acuan Produk Impor

Suasana pasar Tekstil Tanah Abang, Jakarta, Senin (12/5/2025)-Dery Ridwansah-JawaPos.com

BELITONGEKSPRES.COM - Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan penetapan harga acuan untuk sejumlah barang impor yang masuk ke Indonesia, termasuk produk tekstil dan alas kaki. Langkah ini diarahkan untuk mencegah praktik predatory pricing, yaitu penetapan harga jual yang lebih rendah dari biaya produksi sehingga berpotensi merugikan industri dalam negeri.

Menteri Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah Maman Abdurrahman menjelaskan, penetapan harga acuan dimaksudkan untuk menciptakan persaingan usaha yang lebih adil antara produk impor dan produk lokal. Menurut dia, harga sejumlah produk impor, khususnya dari China, dinilai terlalu rendah sehingga menyulitkan pelaku usaha dalam negeri untuk bersaing.

Maman menyampaikan, kebijakan tersebut masih dibahas lebih lanjut bersama Kementerian Perdagangan. Pemerintah sedang merumuskan ketentuan teknis, termasuk penentuan jenis produk impor yang akan dikenakan harga acuan.

Ia menegaskan, setelah ada kesepakatan antarkementerian, pemerintah akan segera menerbitkan regulasi agar dampak masuknya barang impor terhadap produk dalam negeri dapat ditekan. Upaya ini diharapkan memberi perlindungan bagi industri lokal yang sebenarnya sudah mampu memproduksi barang serupa.

BACA JUGA:Pemerintah Awasi Praktik Under Invoicing Ekspor-Impor, Simak Aturan dan Sanksinya

BACA JUGA:Menteri UMKM: Impor Barang Baru Tanpa Merk jadi Ancaman bagi Produk Lokal

Lebih lanjut, Maman mengungkapkan bahwa produk impor yang akan diatur melalui harga acuan berkaitan dengan kebutuhan masyarakat luas. Kelompok barang tersebut mencakup kebutuhan sandang dan pangan, serta produk yang telah dapat diproduksi di dalam negeri.

Meski demikian, pemerintah belum menetapkan secara final daftar produk yang akan dikenakan kebijakan tersebut. Hingga kini, pembahasan masih berlangsung untuk menentukan cakupan barang, mulai dari kebutuhan primer hingga sekunder seperti pakaian dan alas kaki. (jpc)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan