Menko Airlangga Ajak Masyarakat Terapkan Work From Mall
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat Work From Mall-Istimewa-jawapos
BELITONGEKSPRES.COM - Pemerintah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pusat perbelanjaan sebagai lokasi bekerja melalui konsep Work From Mall. Kebijakan ini sejalan dengan penerapan Work From Anywhere yang mulai digalakkan pada akhir 2025 untuk mendukung pola kerja fleksibel dan pertumbuhan ekonomi digital.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa konsep Work From Mall bertujuan menjadikan mal sebagai ruang kerja alternatif yang mampu menunjang perkembangan ekonomi digital dan gig economy. Menurutnya, fasilitas yang tersedia di pusat perbelanjaan dinilai memadai untuk menunjang aktivitas kerja.
Airlangga menjelaskan, program tersebut akan diterapkan secara bertahap di sejumlah provinsi dengan melibatkan pemerintah daerah serta dukungan perusahaan teknologi. Pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada, seperti akses internet, pasokan listrik, dan layanan pendukung lainnya, menjadi faktor utama dalam pelaksanaan program ini.
Ia menegaskan, fungsi mal tidak hanya terbatas sebagai tempat belanja, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi dan bekerja. Hal tersebut disampaikan Airlangga saat konferensi pers di Pondok Indah Mall 1, Jakarta Selatan, Senin 29 Desember.
BACA JUGA:Menaker Imbau Perusahaan Terapkan Skema WFA pada 29–31 Desember 2025
BACA JUGA:Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp44,55 Triliun hingga November 2025
Selain Work From Mall, pemerintah juga mendorong penguatan gig economy di berbagai daerah. Airlangga menyebutkan, pengembangan sektor ini akan dilakukan di 15 provinsi dengan dukungan perusahaan di bidang teknologi informasi. Menurutnya, kebutuhan pekerja gig economy seperti akses wifi, pengisian daya perangkat, hingga fasilitas pendukung lainnya dapat terpenuhi di pusat perbelanjaan.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai konsep Work From Mall selaras dengan program Indonesia Great Sale. Ia mengatakan, kehadiran pekerja, khususnya generasi muda, di pusat perbelanjaan berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi secara langsung.
Widiyanti menambahkan, meningkatnya jumlah orang yang bekerja dari mal dapat mendorong perputaran ekonomi, termasuk sektor ritel, program BINA, serta usaha restoran dan kafe di dalam pusat perbelanjaan.
Dari sisi kesiapan, Widiyanti memastikan pengelola mal menyatakan program Work From Mall dapat diterapkan di seluruh pusat perbelanjaan yang tersebar di 24 provinsi. Secara keseluruhan, lebih dari 400 mal di berbagai daerah disebut siap mendukung pelaksanaan program tersebut. (jpc)