Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

16.500 Guru Terdampak Bencana di Sumatera Dapat Tunjangan Khusus Rp 2 Juta

Pascabencana, sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh masih terus berbenah-Ist-

BELITONGEKSPRES.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mulai menyalurkan Tunjangan Khusus Guru bagi 16.500 guru yang terdampak banjir dan tanah longsor di 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Setiap guru menerima Rp 2 juta, dengan total anggaran sebesar Rp 32,8 miliar. 

Penyaluran ini bertujuan mendukung guru tetap menjalankan tugas pendidikan di tengah kondisi darurat sekaligus meringankan beban ekonomi akibat bencana.

Penyaluran Tunjangan Khusus Guru dilakukan berdasarkan Peraturan Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Nomor 24 Tahun 2025, revisi dari Peraturan Nomor 1 Tahun 2025, yang mengatur teknis pengelolaan Tunjangan Profesi dan Tunjangan Khusus bagi Guru Bukan Aparatur Sipil Negara. 

Tunjangan ini diperuntukkan bagi guru yang mengajar di daerah khusus, termasuk daerah terpencil, terbelakang, perbatasan, terluar, serta wilayah terdampak bencana alam, bencana sosial, atau kondisi darurat.

BACA JUGA:Pemerintah Beri Bantuan Rp3 Juta untuk Perabot Rumah Korban Bencana Sumatera

BACA JUGA:PMI Belitung Salurkan Donasi Rp 110,9 Juta untuk Korban Bencana di Sumatera dan Aceh

Koordinator Tim Kerja Aneka Tunjangan Puslapdik Kemendikdasmen, Wendi Kuswandi, menjelaskan guru terdampak bencana akan menerima tunjangan jika terdata di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan tercatat mengajar di daerah 3T yang terdampak. 

Proses verifikasi dan validasi tetap dilakukan meski tidak semua syarat harus terpenuhi. Penyaluran tahap pertama dimulai 24 Desember 2025 dan akan berlanjut secara bertahap untuk periode satu bulan.

Berdasarkan data Kemendikdasmen per 14 Desember 2025, sebanyak 276.249 siswa dan 25.936 guru serta tenaga kependidikan terdampak bencana, dengan 15 guru dan 52 siswa meninggal dunia. Selain itu, tercatat 3.274 satuan pendidikan terdampak, mulai dari PAUD hingga pendidikan nonformal, dengan kerusakan mencakup 6.431 ruang kelas serta fasilitas pendukung dan sanitasi sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan pendidikan di daerah terdampak tetap diprioritaskan agar hak belajar peserta didik terpenuhi. 

Berdasarkan hasil pendataan, Kemendikdasmen menyalurkan bantuan pendidikan darurat berupa 2.873 unit ruang kelas darurat, 141.335 paket perlengkapan belajar siswa, dan 16.239 paket perlengkapan keluarga untuk menunjang kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat dan pengungsian.

Selain itu, bantuan keuangan pendidikan disalurkan untuk mendukung pemulihan layanan di satuan pendidikan terdampak, termasuk operasional pendidikan darurat, pemulihan sarana pembelajaran, dan pemenuhan kebutuhan mendesak sesuai kondisi lapangan. Semua upaya ini dilaksanakan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan pemangku kepentingan terkait. (jpc)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan