Kemendag Fasilitasi 1.049 UMKM Masuk Program BISA Ekspor 2025
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menjawab pertanyaan dari awak media setelah menghadiri Rapat Pimpinan Nasional 2025 Kadin Indonesia di Jakarta, Senin (1/12/2025)-Aji Cakti-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat telah memfasilitasi 1.049 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program UMKM BISA Ekspor pada periode Januari hingga Oktober 2025. Total transaksi dari program ini mencapai 130,17 juta dolar AS, di mana sekitar 70 persen berasal dari UMKM yang sebelumnya belum pernah mengekspor.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan program UMKM BISA Ekspor mendorong pelaku usaha masuk ke pasar global dengan pendekatan Berani Inovasi Siap Adaptasi. Program ini mencakup inovasi desain, pencetakan eksportir UMKM baru, serta peningkatan peran agregator untuk mendukung kapasitas ekspor.
Budi menekankan keberhasilan produk UMKM menembus ritel modern menjadi indikator kesiapan mereka bersaing di pasar internasional. “Ketika produk UMKM diterima di ritel modern, artinya produk ini sudah memenuhi standar ekspor. Kami mendorong UMKM dan ritel modern berjalan bersama agar produk lokal bisa masuk pasar domestik sekaligus go global,” ujarnya.
Kemendag menilai kemitraan UMKM dengan ritel modern tidak hanya meningkatkan kualitas produk dan daya saing, tetapi juga mendorong konsumsi produk lokal dan menahan masuknya produk impor. Kunci agar produk UMKM diminati konsumen adalah kualitas dan inovasi yang terus ditingkatkan.
BACA JUGA:Mendag Budi Santoso Targetkan Ratifikasi IEU CEPA Rampung pada 2026
BACA JUGA:Kemnaker Perketat Seleksi Perusahaan Magang Nasional, Pastikan Posisi Relevan untuk Peserta
Program UMKM BISA Ekspor diharapkan menjadi salah satu strategi penting untuk memperluas pangsa pasar UMKM Indonesia di luar negeri sekaligus memperkuat industri lokal. (ant)