Realisasi Anggaran Program Prioritas Capai Rp611,7 Triliun per Oktober 2025
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bersama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi November 2025, di Jakarta, Kamis (20/11/2025)-Muhammad Heriyanto-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Kementerian Keuangan melaporkan realisasi anggaran untuk program prioritas pemerintah pusat mencapai Rp611,7 triliun hingga 31 Oktober 2025, atau setara 65,8 persen dari pagu APBN 2025 sebesar Rp929 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan, pencapaian ini mencerminkan pelaksanaan berbagai program pemerintah yang menyasar sektor sosial, pelayanan publik, stabilisasi harga dan produksi, serta sarana prasarana publik dan produktivitas.
Program Perlindungan Sosial dan Daya Beli
- Program Keluarga Harapan (PKH) telah menyerap Rp27,5 triliun untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
- Program Indonesia Pintar/KIP Kuliah dan beasiswa lainnya menyerap Rp23,8 triliun untuk 14,9 juta siswa.
- Kartu Sembako/Bantuan Pangan Non-Tunai (BNPT) dan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) menyerap Rp54,1 triliun untuk 18,3 juta KPM.
- Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) telah menyerap Rp40,6 triliun untuk 96,8 juta peserta.
- Tunjangan Profesi Guru/Dosen Non PNS (TPG/TPD) terserap Rp16,5 triliun bagi 1,2 juta guru dan dosen.
- Program Perumahan menyalurkan Rp24,8 triliun untuk pembangunan 212.600 unit rumah.
BACA JUGA:Menkeu Purbaya: Bayar Pajak Tidak Ubah Status Pakaian Bekas Ilegal
BACA JUGA:Menaker: Magang Nasional 2025 Batch II Mulai Orientasi pada 24 November
Program Pelayanan Publik
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyerap Rp32,7 triliun bagi 39,7 juta penerima.
- Program cek kesehatan gratis, tuberkulosis (TB), dan revitalisasi rumah sakit menyerap Rp5,6 triliun untuk 57,2 juta peserta.
- Program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda menyerap Rp1,4 triliun untuk 165 sekolah.
Program Stabilisasi Harga dan Produksi
- Subsidi Non Energi, Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan pupuk menyerap Rp59,5 triliun untuk 9,5 juta petani.
- Subsidi/kompensasi energi terserap Rp255,5 triliun bagi 42,5 juta pelanggan listrik bersubsidi.
- Program Lumbung Pangan menyerap Rp11,8 triliun dengan cakupan 2,2 juta hektar kawasan padi.
- Program Bulog dan cadangan pangan menyerap Rp22,1 triliun dengan 2,1 juta ton beras/gabah.
Program Sarana Prasarana Publik dan Produktivitas
- Renovasi dan revitalisasi sekolah terserap Rp13,5 triliun untuk 12.500 sekolah.
- Pembangunan bendungan, irigasi, serta operasi pemeliharaan sarana prasarana sumber daya alam (SDA) menyerap Rp11,9 triliun.
- Preservasi jalan dan jembatan menyerap Rp8,8 triliun.
- Program Kampung Nelayan, pergaraman nasional, dan budidaya ikan nila salin (BINS) menyerap Rp1,6 triliun.
Realisasi anggaran ini menjadi tolok ukur efektivitas penggunaan APBN dalam menjalankan program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat, pelayanan publik, dan ketahanan pangan serta infrastruktur nasional. (ant)