Marak Modus TPPO, DKUKMPTK Belitung Ingatkan Warga Waspada Tawaran Kerja di Luar Negeri
Ilustrasi: Marak Modus TPPO, DKUKMPTK Belitung Ingatkan Warga Waspada Tawaran Kerja di Luar Negeri--(Antara)
TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.COM - Maraknya tawaran kerja luar negeri dengan iming-iming gaji tinggi mulai mendapat perhatian serius dari Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Tenaga Kerja (DKUKMPTK) Belitung.
Setelah kasus enam warga setempat diduga menjadi korban TPPO di Myanmar mencuat, pemerintah daerah kini mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh janji manis yang berpotensi menjadi modus penipuan maupun perdagangan orang.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan DKUKMPTK Belitung, Erwan Junandi, menegaskan bahwa iming-iming penghasilan besar dari luar negeri kerap digunakan untuk memikat calon korban, terutama mereka yang ingin mencari pekerjaan dengan cepat.
“Kami mengimbau agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran bekerja di luar negeri dengan iming-iming gaji yang besar,” kata Erwan, dikutip dari Antara, Kamis (20/11/2025).
BACA JUGA:Fakta 6 Warga Belitung Jadi Korban TPPO Myanmar, DKUKMPTK Bongkar Iming-iming Perekrut di Bogor
Imbauan ini disampaikan sebagai respons atas kasus enam warga Kabupaten Belitung yang diduga menjadi korban TPPO di Myanmar.
Menurut Erwan, fenomena tawaran kerja yang bertebaran di media sosial dan jaringan informal semakin banyak memicu kerentanan, terutama ketika tawaran tersebut menghindari prosedur resmi.
“Saat ini banyak tawaran kerja luar negeri dengan gaji tinggi, sehingga masyarakat tergiur padahal hal itu bisa saja merupakan modus penipuan atau TPPO,” jelasnya.
Erwan menegaskan bahwa modus TPPO berkembang dalam berbagai bentuk. Banyak warga memilih jalur nonformal atau menggunakan jasa calo, tanpa memastikan legalitas maupun keamanan keberangkatan. Kondisi ini membuka celah besar bagi terjadinya eksploitasi.
BACA JUGA:6 Warga Belitung Diduga Disekap Sindikat TPPO di Myanmar, Kronologi Lengkap Terungkap
“Peluang kerja luar negeri memang ada, tapi tolong ikuti prosedur resmi agar keselamatan dan perlindungan tenaga kerja dapat dijamin pemerintah,” ujarnya.
Pihak DKUKMPTK Kabupaten Belitung juga meminta masyarakat lebih berhati-hati sebelum memutuskan untuk menerima tawaran kerja luar negeri.
Segala bentuk informasi mengenai lowongan sebaiknya diklarifikasi terlebih dahulu dengan dinas teknis atau lembaga terkait untuk memastikan keabsahannya.
“Jika menerima informasi soal tawaran kerja luar negeri, tolong dipantau. Cari tahu tujuan negaranya, telusuri siapa agen yang memberangkatkan. Pastikan semuanya jelas,” tandas Erwan.