Kabel Sutet Rusak Diperbaiki PLN Belitung, Ponton Timah Masih Nekat Beroperasi di Sungai Pilang
Petugas PLN Belitung saat memperbaiki kabel sutet yang rusak dihajar ponton timah ilegal-Istimewa-
TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.COM – Upaya perbaikan kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) milik PLN Belitung di kawasan Sungai Pilang, Desa Dukong, kembali memunculkan sorotan publik.
Kabel yang sebelumnya rusak akibat dihantam ponton timah ilegal itu memang sudah dibenahi, namun aktivitas tambang yang menjadi sumber masalah ternyata belum sepenuhnya berhenti.
Di lapangan, masih ada sejumlah ponton yang nekat beroperasi meski kawasan tersebut telah ditertibkan Satgas Penertiban Kawasan Hutan dan Pertambangan (PKH) Halilintar beberapa waktu lalu.
Pemerintah desa juga sudah menyampaikan imbauan agar tidak ada lagi aktivitas tambang di area dekat Sutet, yang berisiko tinggi menimbulkan kerusakan infrastruktur vital.
BACA JUGA:Kejurprov Babel 2025, Tim Putra Belitung Juga Raih Tiket Final
Seorang warga berinisial KI, ASN yang tinggal di Kecamatan Tanjungpandan, membenarkan bahwa PLN telah memperbaiki kabel Sutet yang sempat rusak. Kerusakan itu sebelumnya terjadi karena ponton timah yang beroperasi terlalu dekat dengan jalur kabel, sehingga menimbulkan benturan keras.
“Harinya saya lupa. Tapi benar, kabel yang rusak akibat hantaman ponton sudah dibenahi,” ujar KI kepada Belitong Ekspres, Senin (17/11/2025).
Meski demikian, KI menyayangkan fakta bahwa setelah perbaikan, masih ada lima ponton ilegal yang tetap beroperasi di kawasan Sungai Pilang.
Ia menduga keberanian para penambang itu tidak lepas dari kemungkinan adanya bekingan dari oknum tertentu. “Masih ada lima ponton yang jalan. Besok akan kita foto semua,” tegasnya.
BACA JUGA: Coffee Morning Kodim 0414 Belitung: Dandim Teguh Ajak Wartawan Jaga Kolaborasi dan Integritas
Kepala Desa Pilang, Min Tet, mengakui bahwa perbaikan kabel Sutet oleh PLN memang telah dilakukan. Ia kembali mengingatkan para penambang agar menghentikan aktivitas di area tersebut mengingat risiko besar yang ditimbulkan bagi masyarakat luas.
“Kami minta kesadaran penambang untuk tidak lagi melakukan aktivitas di kawasan Sutet PLN. Itu sangat merugikan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Min Tet, kerusakan pada infrastruktur Sutet bisa berakibat fatal. Jika tiang atau kabel kembali roboh, listrik dipastikan padam dan akan mengganggu aktivitas warga serta fasilitas publik di wilayah Belitung.
“Kalau Sutet roboh, listrik pasti padam. Kami harap penambang timah tidak beraktivitas di situ lagi,” tambah Kades Dukong.