Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Bahlil Tegaskan Daerah Harus Jadi Penerima Manfaat Terbesar dari Hilirisasi Tambang

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kanan) bersama dengan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung (kiri) ditemui usai Penghargaan Subroto 2025 di Jakarta, Jumat (24/10/2025)-Muzdaffar Fauzan-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa daerah harus menjadi pihak yang paling banyak memperoleh nilai tambah ekonomi dari kegiatan pertambangan dan hilirisasi. 

Pemerintah, kata dia, berkomitmen memastikan proses industrialisasi sumber daya alam berjalan adil dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah penghasil tambang.

Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, Bahlil menyebut pemerintah terus mendorong kolaborasi antara investor, pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, serta masyarakat untuk menciptakan pemerataan ekonomi. Ia menekankan bahwa hilirisasi tidak boleh hanya menguntungkan investor atau terpusat di Jakarta.

“Hilirisasi ke depan itu harus berkeadilan bagi daerah, UMKM daerah, dan masyarakat daerah. Tidak boleh kue ekonomi itu dibawa semua ke Jakarta atau dibawa investor. Inilah implementasi sila kelima Pancasila,” ujar Bahlil.

BACA JUGA:Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Lompatan Besar Energi Hijau dan Hilirisasi Nasional

BACA JUGA:Belitung Perkuat Inovasi & Hilirisasi Industri Sektor Unggulan untuk Dongkrak PAD 2026

Ia mencontohkan keberhasilan hilirisasi di Maluku Utara dan Sulawesi Tengah, yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai 20 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 6 persen. 

Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi bukan hanya memperkuat ekonomi nasional, tetapi juga menjadi motor transformasi ekonomi daerah.

“Hilirisasi adalah strategi untuk mentransformasi ekonomi kita, dari yang semula bergantung pada sektor jasa dan konstruksi menjadi basis industri. Jika ini konsisten dilakukan, insyaallah Indonesia akan mencapai target menjadi salah satu negara dengan PDB terbesar di dunia pada 2045,” kata Bahlil.

Ia menambahkan bahwa pemerintah sedang menyusun peta jalan hilirisasi pascatambang untuk memastikan keberlanjutan ekonomi setelah masa eksploitasi sumber daya alam berakhir. 

BACA JUGA:UMKM Perikanan Beltim Didampingi Menuju Produk Bernilai Tinggi, Fokus pada Hilirisasi & Branding

BACA JUGA:Mentan Amran Dorong Hilirisasi Pertanian Rp371 Triliun untuk Genjot Ekspor Nasional

Salah satu fokusnya adalah pengembangan industri baru dan sektor produktif yang bisa menyerap tenaga kerja lokal serta mempertahankan aktivitas ekonomi daerah.

Kementerian ESDM juga memastikan kebijakan hilirisasi dilaksanakan dengan prinsip pemerataan manfaat dan pemberdayaan masyarakat. Bahlil menegaskan bahwa arah kebijakan ini bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keadilan sosial yang menjadi roh pembangunan nasional. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan