Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Menteri Maman: Penyaluran KUR 2025 Sudah Serap 9,5 Juta Pekerja

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Akad Massal KUR, di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (21/10/-Moch Asim-ANTARAFOTO

BELITONGEKSPRES.COM - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbukti memainkan peran besar dalam menciptakan lapangan kerja di Indonesia. Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa penyaluran KUR hingga tahun ini telah menyerap antara 7 hingga 9,5 juta pekerja dari sekitar 3,5 juta debitur aktif di seluruh Indonesia. 

Setiap debitur yang memiliki usaha dinilai mampu mempekerjakan dua hingga tiga orang tenaga kerja baru, menjadikan KUR bukan hanya instrumen pembiayaan, tapi juga motor penggerak ekonomi rakyat.

Dari total plafon Rp300 triliun yang disiapkan pemerintah tahun ini, KUR ditargetkan menjangkau 2,34 juta debitur baru serta 1,17 juta debitur graduasi yang berhasil naik kelas. 

Hingga Oktober 2025, realisasi penyaluran KUR telah melampaui Rp218 triliun, disalurkan kepada lebih dari 3,7 juta pelaku UMKM di berbagai sektor, baik debitur baru maupun yang telah meningkatkan kapasitas usahanya.

BACA JUGA:Realisasi KUR 2025 Tembus Rp217 Triliun Per 17 Oktober, 76 Persen dari Target Nasional

BACA JUGA:Menteri UMKM Targetkan KUR Sektor Produksi Naik 62 Persen pada 2026

Menariknya, porsi penyaluran ke sektor produksi kini mencapai Rp132,5 triliun atau sekitar 60,6 persen dari total realisasi KUR nasional. Angka ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya alokasi pembiayaan sektor produktif menembus 60 persen. 

“Alhamdulillah, berkat arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk pertama kalinya KUR sektor produksi tembus 60 persen. Ini capaian penting karena dampak ekonominya jauh lebih luas dan menyerap tenaga kerja lebih besar,” ujar Maman Abdurrahman di Surabaya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat fokus penyaluran KUR ke sektor-sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan industri kecil. Targetnya, porsi pembiayaan produktif naik menjadi 62 persen pada tahun 2026. 

“Usaha produktif biasanya mempekerjakan tiga sampai lima orang. Jadi, peningkatan penyaluran KUR di sektor ini akan langsung berdampak pada penciptaan lapangan kerja baru,” kata Airlangga.

Dengan kombinasi kebijakan fiskal yang adaptif dan dorongan kuat dari sektor produktif, pemerintah menilai KUR tetap menjadi instrumen paling efektif untuk memperkuat ekonomi nasional dari akar rumput mendorong wirausaha baru, memperluas lapangan kerja, dan menjaga ketahanan ekonomi di tengah tantangan global. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan