Harga Perak Cetak Rekor! Tembus US$54,47 per Troy Ons, Permintaan Lampaui Pasokan
Tangkapan layar saat Yancha Meutuwah mereview perak batangan-Yancha Meutuwah-YouTube/Yancha Meutuwah
BELITONGEKSPRES.COM - Harga perak mencetak rekor tertinggi baru di pasar global, mencapai US$54,47 per troi ons. Kenaikan ini melampaui performa komoditas lain dan membuat perak jadi aset panas di kalangan investor. Sementara pemilik logam mulia menikmati lonjakan keuntungan, dampaknya terasa ke sektor lain, mulai dari harga perhiasan hingga biaya produksi panel surya yang ikut naik.
Analis logam senior Robert Gottlieb menilai lonjakan harga ini bukan kebetulan. Ia menjelaskan bahwa reli perak mengikuti tren kenaikan emas selama dua tahun terakhir, ketika investor global menjadikan emas sebagai aset lindung nilai utama.
“Kenaikan perak ini efek domino dari reli emas. Ketika emas jadi pelindung nilai, perak otomatis ikut naik karena fungsinya serupa,” ujarnya dalam wawancara dengan All Things Considered, dikutip Minggu 19 Oktober.
Gottlieb mengungkapkan, permintaan perak secara global telah melampaui pasokan selama lima tahun berturut-turut. Kondisi defisit ini memperkuat tekanan harga di pasar. “Perak kini berada di level pasokan kritis. Selain sebagai komoditas industri, perak juga berperan sebagai aset moneter seperti emas,” katanya.
BACA JUGA:Purbaya Bakal Tindak Praktik Penyelundupan: 'Bentar Lagi Ada Penangkapan Besar-besaran'
BACA JUGA:OJK Selamatkan Dana Publik Rp376 Miliar dari Penipuan Digital
Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global turut mempercepat reli harga. Banyak negara mulai mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan mengalihkan cadangan asetnya ke logam mulia.
“Investor mencari tempat aman di tengah pasar saham yang tidak stabil. Perak menawarkan keseimbangan antara nilai stabil dan potensi keuntungan,” tambah Gottlieb.
Tingginya harga juga memicu fenomena menarik di pasar domestik. Banyak orang menjual kembali koleksi perak lama mereka, mulai dari perhiasan hingga peralatan makan antik. “Pabrik peleburan di Amerika kini kebanjiran perak bekas. Namun arus masuk ini belum cukup menutupi defisit pasokan global,” jelasnya.
Gottlieb menilai, perak kini berada dalam fase catch-up rally, masa di mana harga berpotensi terus naik untuk menyesuaikan diri dengan reli emas. Ia menyarankan agar investor tetap waspada terhadap fluktuasi jangka pendek, tetapi menganggap momentum saat ini sebagai peluang langka di pasar logam mulia. (beritasatu)