Pengaduan Soal Kualitas Rumah Subsidi Turun, Apersi Pastikan Kualitas Terjaga
Ilustrasi - Deretan perumahan subsidi-Kementerian PUPR-ANTARA/HO
BELITONGEKSPRES.COM - Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Junaidi Abdillah, menyampaikan bahwa pengaduan terkait kualitas rumah subsidi kini mengalami penurunan signifikan.
Apersi terus berkoordinasi dengan pengembang untuk memastikan keluhan masyarakat yang menempati rumah subsidi ditanggapi dengan serius. "Sedikit apa pun keluhan terkait masalah bangunan, itu harus menjadi evaluasi dan harus diperbaiki. Namun, saat ini pengaduan terkait kualitas rumah sangat berkurang," ujar Junaidi kepada Beritasatu.com, Selasa 30 September.
Berdasarkan data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), penyaluran KPR subsidi hingga 28 September 2025 telah mencapai 183.058 unit. Harga rumah subsidi ditawarkan mulai Rp166 juta hingga Rp240 juta, bergantung pada wilayah dan luas bangunan.
Junaidi menegaskan bahwa harga rumah yang terjangkau tidak otomatis menurunkan kualitas bangunan. "Kalau bicara harga, saya pikir tidak berefek pada kualitas rumah. Pengembang paham bahwa program ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, tidak dipungkiri kalau bicara harga bahan bangunan dan harga tanah, terus mengalami kenaikan. Kesulitan kami di harga tanah. Ini tidak bisa kami kendalikan," jelasnya.
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Tinjau Penyaluran Dana Pemerintah Rp55 Triliun di BNI
BACA JUGA:Airlangga Sebut Diskon Tiket Pesawat hingga Kapal Laut Diumumkan Oktober 2025
Meski margin keuntungan pengembang terbatas, Junaidi tetap mengapresiasi komitmen para pengembang yang konsisten mendukung program rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah. (beritasatu)