Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Penyelundupan Timah Dari Belitung Masih Terjadi, Perintah Tegas Prabowo Diabaikan

Satreskrim Polres Belitung bersama Sat Polairud berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan karung berisi timah ilegal, Senin (29/9/2025) malam-Istimewa-

TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.COM – Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menutup seluruh jalur penyelundupan timah dari Bangka Belitung (Babel) kembali diuji di lapangan.

Meski Presiden menegaskan komitmen memberantas aktivitas pertambangan dan perdagangan timah ilegal, kenyataannya masih ada upaya penyelundupan besar-besaran dari Pulau Belitung.

Buktinya, Senin (29/9/2025) malam jajaran Satreskrim Polres Belitung bersama Sat Polairud berhasil menggagalkan pengiriman ratusan karung berisi timah ilegal.

Dari hasil penangkapan, aparat mengamankan kurang lebih 300 karung berisi 15 ton pasir timah yang nilainya diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Operasi ini dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di kawasan pesisir Belitung. Kapal kayu yang digunakan para pelaku diamankan di perairan Pantai Tanjung Kelayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk.

BACA JUGA:PT Timah Tbk Fokus Hilirisasi, Dukung Asta Cita Presiden Prabowo

Bersamaan dengan itu, sebanyak 15 orang pria turut ditangkap sebagai terduga pelaku penyelundupan. Mereka kini sudah diamankan di Mapolres Belitung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Instruksi Tegas Presiden Prabowo

Presiden Prabowo sebelumnya telah menegaskan bahwa praktik penyelundupan timah di Bangka Belitung tidak bisa lagi ditoleransi.

Dalam rapat bersama jajaran TNI, Polri, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai pada awal September 2025, Prabowo menginstruksikan agar operasi besar-besaran digelar di seluruh wilayah Babel.

Fokus utama operasi itu adalah menutup lebih dari 1.000 tambang timah ilegal sekaligus menghentikan alur penyelundupan hasil tambang yang selama ini merugikan penerimaan negara.

BACA JUGA:Kepala PN Koba Tak Bergeser, Meski Hakim Rizal Kena Sanksi Non Palu Perkara Timah

“Sekarang tutup. Tidak bisa keluar. Sampan pun tidak bisa keluar,” tegas Presiden Prabowo dengan nada keras, menegaskan bahwa semua jalur laut harus diawasi kala itu.

Selama bertahun-tahun, penyelundup memanfaatkan berbagai cara untuk mengelabui aparat. Mulai dari menggunakan perahu nelayan, kapal kayu kecil, hingga menumpang di kapal penumpang reguler seperti ferry.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan