Bupati Beltim Prihatin Pernikahan Usia Dini, Salah Satunya Disebabkan Putus Sekolah
Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamarudin Muten-Muchlis Ilham/BE-
MANGGGAR, BELITONGEKSPRES.COM - Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamarudin Muten, menyampaikan keprihatinannya terhadap masih maraknya kasus pernikahan usia dini di daerahnya.
Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya mengganggu masa depan generasi muda, tetapi juga menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka stunting di Kabupaten Beltim.
Dalam keterangannya kepada awak media, Bupati Kamarudin menekankan pentingnya pendidikan sebagai benteng utama mencegah pernikahan dini. Ia menilai, banyaknya anak yang menikah di usia muda berkaitan erat dengan rendahnya tingkat pendidikan.
"Itu sangat mengganggu, mereka itu kenapa bisa pernikahan dini karena salah satunya karena tidak sekolah. Kalau sekolah minimal tamat SMA, kan sudah 17 tahun. Baru mungkin menikah," ujar Kamarudin, seusai membuka rakor penanganan stunting di Guest Hotel, Senin (29/9/2025).
BACA JUGA:Identitas 4 Korban Tragedi Pantai Menara Beltim: Tewas, Selamat, dan Hilang
BACA JUGA:Ombak Pantai Menara Beltim Telan Korban: 2 Anak Tewas, 1 Selamat, 1 Masih Dicari
Ia juga meminta seluruh pihak, terutama instansi terkait, untuk aktif melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya dan dampak negatif pernikahan usia dini, baik dari sisi kesehatan, psikologis, hingga kesejahteraan anak-anak yang dilahirkan dari pernikahan tersebut.
"Saya minta tolong, giatkan penyuluhan. Sekolah saat ini sudah nyaman, kita tahun depan ada Sekolah Rakyat (SR), ada juga SMA Unggul Garuda. Semua anak Beltim punya kesempatan bersekolah lebih baik," tegasnya.
Lebih lanjut, Kamarudin menegaskan bahwa anak-anak wajib bersekolah dan tidak ada lagi alasan untuk putus sekolah. Ia menginginkan seluruh anak-anak di Beltim mendapatkan masa depan yang lebih cerah dan terjamin.
"Anak-anak wajib sekolah dan tidak ada alasan karena masa depan mereka harus lebih baik," pungkasnya.
BACA JUGA:Tragedi di Pantai Menara Beltim: 2 Anak Tewas Tenggelam, 1 Masih Hilang
BACA JUGA:Tim SAR Babel Temukan Penjaga Pulau Memperak Hilang Kontak di Perairan Manggar
Pemerintah Kabupaten Beltim terus berupaya menekan angka stunting melalui berbagai program, termasuk peningkatan kualitas pendidikan, pemenuhan gizi anak, serta perlindungan terhadap anak dan perempuan.***