5 Bahaya Flexing Berlebihan di Medsos, Dampak Bagi Keluarga & Cara Menguranginya
Ilustrasi: Bahaya Flexing Berlebihan di Medsos, Dampak Bagi Keluarga & Cara Menguranginya--(freepik)
TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.COM – Fenomena flexing atau kebiasaan memamerkan kekayaan dan pencapaian di media sosial kian marak di era digital.
Mulai dari kalangan selebritas, pejabat publik, hingga masyarakat biasa, banyak yang terjebak dalam tren pamer gaya hidup mewah. Sayangnya, kebiasaan ini tidak hanya berdampak pada citra diri di dunia maya, tetapi juga bisa memengaruhi keharmonisan rumah tangga.
Mengutip laman kejati-jatim.go.id, flexing tidak selalu terbatas pada materi atau harta benda. Kebiasaan ini bisa berupa pamer pencapaian, ibadah, hingga sedekah di media sosial. Dalam konteks ekonomi, flexing juga sering muncul lewat promosi produk, investasi, atau gaya hidup konsumtif.
Namun, alih-alih memberi manfaat, flexing kerap menimbulkan efek samping yang merugikan, mulai dari kecemburuan sosial, tekanan psikologis, hingga beban finansial dalam keluarga.
Bahkan, sejumlah pejabat dan keluarganya yang pamer kemewahan di media sosial pernah menjadi sorotan warganet dan menuai kritik keras.
Dampak Flexing Berlebihan pada Keluarga
Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui kanal psikologi.ugm.ac.id menguraikan sedikitnya lima dampak negatif flexing jika dibiarkan merambah kehidupan rumah tangga:
1. Pengeluaran berlebih
Kebiasaan membeli barang mewah demi dipamerkan berpotensi membuat keluarga terbiasa berhutang atau menggunakan kredit. Hal ini meningkatkan beban finansial dan mengancam kestabilan ekonomi keluarga.
2. Gaya hidup hedonis
Dorongan untuk terus eksis di media sosial memicu pola hidup konsumtif. Akibatnya, seseorang terbiasa mengukur kebahagiaan dari barang-barang mewah yang dimiliki, bukan dari kualitas hidup yang sederhana.
3. Menciptakan kecemburuan sosial
Pamer kekayaan atau prestasi pribadi di media sosial bisa memicu iri hati di lingkungan sekitar. Dampaknya, keluarga berisiko mendapat gosip, tudingan negatif, bahkan ancaman pencurian atau tindak kriminal lain.