Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

BGN Stop Produk Pabrikan Milik Konglomerat, UMKM Jadi Pemasok Utama Program MBG

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik & Investigasi Nanik S Deyang menegaskan, lembaganya akan menghentikan pembelian produk pangan buatan pabrik-pabrik besar milik konglomerat. Sebagai gantinya, BGN akan beralih menggunakan prod-Joanito De Saojoao-Berita Satu Photo

BELITONGEKSPRES.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan kebijakan baru untuk menghentikan pembelian produk pangan dari pabrik-pabrik besar milik konglomerat dan mengalihkannya ke produk-produk lokal UMKM sebagai bahan utama menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk memperkuat perekonomian masyarakat sekitar sekaligus meningkatkan kualitas gizi makanan yang disajikan.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyampaikan para pengelola dapur MBG tidak boleh lagi menggunakan makanan pabrikan. Contohnya, roti untuk menu MBG harus dibuat oleh ibu-ibu penerima manfaat agar perputaran ekonomi terjadi di komunitas yang sama. 

Kebijakan ini dianggap sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto agar program MBG mendukung UMKM, bukan memperbesar keuntungan industri pangan besar.

Nanik menjelaskan selama bulan puasa hingga menjelang Lebaran, masih ditemukan menu MBG yang menggunakan makanan kemasan dari pabrik besar. Mulai sekarang, praktik tersebut harus dihentikan, kecuali untuk susu kemasan yang belum tersedia dari peternakan lokal di wilayah tertentu.

BACA JUGA:MyPertamina Targetkan 16 Juta Transaksi hingga Akhir 2025

BACA JUGA:Dampak yang Akan Terjadi Jika Utang Negara Terus Membengkak

BGN juga memperketat disiplin penerapan SOP untuk menjamin kesegaran bahan baku. Nanik mencontohkan kasus di Bandung di mana bahan ayam dibeli Sabtu namun baru dimasak pada Rabu. Praktik seperti itu dianggap tidak sesuai standar karena berisiko pada kualitas pangan.

Melalui kebijakan ini, BGN berharap UMKM lokal semakin berdaya dan kualitas pangan bergizi bagi anak sekolah, balita, dan ibu hamil penerima program MBG terjaga. Pendekatan ini sekaligus diharapkan menciptakan dampak ekonomi yang lebih merata di tingkat komunitas. (beritasatu)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan