Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

BGN Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Kasus Keracunan MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (kiri) meninjau para siswa yang keracunan MBG di Bandung Barat, Jawa Barat, pada Selasa (23/9/2025). BGN telah menghentikan sementara operasional SPPG di wilayah tersebut-BGN-ANTARA/HO

BELITONGEKSPRES.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan seluruh biaya pengobatan akibat kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditanggung sepenuhnya.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa dana untuk penanganan sudah dialokasikan, termasuk melalui anggaran operasional maupun pos kejadian luar biasa. Sebagai contoh, tagihan rumah sakit senilai Rp350 juta di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, telah dibayar penuh oleh BGN. Ia menambahkan, miliaran rupiah anggaran juga sudah disiapkan untuk kebutuhan serupa.

Nanik menegaskan bahwa orang tua, sekolah, maupun pemerintah daerah tidak akan dibebankan biaya apa pun. Mekanismenya, rumah sakit cukup mengajukan klaim langsung kepada BGN untuk ditangani.

Sebagai langkah pencegahan, BGN kini menerapkan standar operasional baru di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Seluruh koki wajib memiliki sertifikasi resmi dari asosiasi chef atau lembaga pangan terkait. 

BACA JUGA:Tips Cegah Kasus Program MBG, dari Pilih Bahan hingga Makanan Siap Santap

BACA JUGA:Ekonom Sarankan Program MBG Sebaiknya Dimulai dengan Uji Coba di Sekolah Rakyat

Sertifikat tersebut menjadi syarat mutlak agar dapat bertugas di dapur MBG. Mereka yang belum tersertifikasi diwajibkan mengikuti pendidikan dan tes selama tiga bulan sebelum memperoleh izin.

BGN juga mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran SOP. SPPG yang terbukti lalai langsung diberhentikan sementara, termasuk pencopotan kepala unit terkait. Menurut Nanik, dapur yang mengikuti petunjuk teknis dengan benar akan terjamin higienis sehingga kecil kemungkinan terjadi kasus keracunan.

Ia menekankan bahwa satu nyawa sangat berharga sehingga BGN tidak segan menutup dapur MBG yang bermasalah, seperti kejadian luar biasa di Bandung Barat yang mengakibatkan ribuan siswa keracunan. 

BGN juga menggandeng pihak kepolisian, BIN, BPOM, dan dinas kesehatan untuk memperkuat pengawasan. Saat ini, dua dapur di Bandung Barat yang berada di bawah satu yayasan tengah dalam proses investigasi dan sudah ditutup operasionalnya. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan