Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Revitalisasi SDN 5 Simpang Renggiang Beltim Rp1 Miliar Lebih, 8 Kelas Segera Direhab

Plt Kepala Dinas Pendidikan Beltim Dedi Wahyudi-Muchlis Ilham/BE-

MANGGAR, BELITONGEKSPRES.COM – Setelah melalui perjuangan panjang sejak tahun 2022, rencana revitalisasi SD Negeri 5 Simpang Renggiang di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) bakal segera terwujud. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Beltim bersama Dinas Pendidikan terus bergerak aktif hingga akhirnya mengamankan anggaran lebih dari Rp1 miliar untuk merehabilitasi sekolah yang mengalami kerusakan parah tersebut.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Belitung Timur, Dedi Wahyudi, menjelaskan bahwa proses pengajuan revitalisasi sudah dimulai sejak tiga tahun lalu melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPPW) sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian PUPR. 

Tim BPPW sudah sempat melakukan survei dan menyatakan SDN 5 Simpang Renggiang layak mendapatkan bantuan penuh --dengan syarat tidak ada pendanaan dari daerah.

BACA JUGA:Revitalisasi SDN 5 Simpang Renggiang Beltim Segera Terwujud! Perjuangan Panjangnya Sejak 2022

“Pada periode pertama tahun 2022, SDN 16 Gantung berhasil dibangun. Saat itu SDN 5 Simpang Renggiang dijanjikan masuk periode kedua. Namun, realisasi tidak kunjung terjadi hingga 2023,” ungkap Dedi, Rabu (24/9/2025).

Komunikasi terus dijalin. Namun, hambatan muncul karena belum adanya persetujuan dari Kementerian Pendidikan, yang saat itu masih menjadi prasyarat bagi BPPW untuk melanjutkan pembangunan.

Puncaknya, pada Agustus 2024, Bupati Belitung Timur bersama Ketua DPRD dan Komisi III DPRD melakukan kunjungan langsung ke Kementerian Pendidikan. Pertemuan tersebut menghasilkan surat rekomendasi resmi dari Direktorat Sekolah Dasar ke Kementerian PUPR.

Namun, memasuki awal tahun 2025, arah kebijakan pemerintah pusat berubah. Dalam pidato peringatan Hari Guru Nasional 2024, Presiden RI menyampaikan bahwa pembangunan fisik sekolah akan dikembalikan ke Kementerian Pendidikan melalui mekanisme swakelola yang melibatkan pemerintah daerah secara langsung.

BACA JUGA:Jembatan Bailey Segera Dipasang di Aik Ruak, Bupati Beltim Pastikan Ramp Door Tetap Difungsikan

Menindaklanjuti perubahan tersebut, Pemkab Belitung Timur langsung bergerak. Surat resmi diajukan ke TAPD dan DPRD terkait mekanisme penganggaran baru. Meski belum tercantum dalam Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD), langkah taktis pun diambil.

Pada tahun anggaran 2025, melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT), telah dialokasikan dana sebesar Rp399.770.000 untuk merehabilitasi tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan paling parah.

Sementara itu, untuk tahap selanjutnya, dalam APBD Induk 2026, telah disiapkan dana tambahan sebesar Rp745.000.000 guna merehabilitasi lima ruang kelas lainnya yang berada di bagian depan dan belakang sekolah.

“Ini bukan hanya tentang fisik bangunan, tapi komitmen kami untuk memberikan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” tegas Dedi Wahyudi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan