DPKD Belitung Adakan September Ceria, Ajak Masyarakat Berkunjung Ke Perpustakaan
Foto bersama setelah senam sehat bersama DPKD Belitung, Jumat (12/09/2025)-(Ist/Prokopim)-
TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.COM - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Belitung melaksanakan senam sehat bersama, yang merupakan rangkaian kegiatan September Ceria 2025.
September Ceria merupakan singkatan dari Semangat perpustakaan, tingkatkan minat baca- cerdas, rajin, inspiratif, aktif.
Senam sehat bersama di halaman Kantor DPKD Belitung itu dihadiri Wakil Bupati Belitung, Syamsir, Sekda Belitung Marzuki, Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Belitung, Soebagio didampingi Kepala DPKD Belitung, Fari beserta jajarannya, Jumat (12/09/20225),
Pelaksanaan senam sehat itu, DPKD Belitung bekerjasama dengan Honda dan Wings Food.
Sebelumnya, pada Selasa (02/09/2025) DPKD Belitung juga melaksanakan "Story Sharing Literasi" dengan SMPN 1 Tanjungpandan.
BACA JUGA:Festival Suak Parak Desa Air Saga, Kenalkan Potensi Mangrove dan Berdayakan UMKM
Kepala DPKD Belitung, Fari menyampaikan rasa syukur karena kegiatan itu bisa terlaksana dengan lancar.
"Alhamdulillah pada pagi hari ini kita bisa melaksanakan kegiatan senam bersama dan sekaligus bersilaturahmi," kata Fari dalam sambutannya.
Menurut Fari, kegiatan September Ceria itu dilaksanakan rutin setiap tahun dan merupakan bagian dari strategi, guna meningkatkan kunjungan ke perpustakaan daerah Kabupaten Belitung.
Kegiatan itu diikuti oleh Instansi pemda, instansi vertikal, sekolah serta masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut juga berkaitan dengan bulan gemar membaca dan Hari Kunjungan Perpustakaan.
"Kunjungan Pemustaka ke Perpustakaan perlu ditingkatkan lagi ," ujarnya.
BACA JUGA:Minim Anggaran, DPUPRP2RKP Beltim Prioritaskan 3 Pembangunan Fisik 2025
Kemudian Pari menambahkan, setelah terlaksananya kegiatan senam sehat bersama itu, tentu mereka sangat berbangga sekali atas kehadiran semuanya.
"Kegiatan ini pertama bagi kami jangan jadi yang terakhir, tanpa ada partisipasi rekan-rekan kami memiliki keterbatasan bagaimana mensosialisasikan perpustakaan dan arsip," tandasnya.