Misteri Segitiga Bermuda Terkuak, Ini Penjelasan Ilmuwan Inggris
Ilustrasi: Misteri Segitiga Bermuda Terkuak, Ini Penjelasan Ilmuwan Inggris --(freepik)
BELITONGEKSPRES.COM – Misteri Segitiga Bermuda yang selama ini memicu rasa penasaran dunia kembali mencuat setelah seorang ilmuwan Inggris mengklaim telah menemukan penjelasan ilmiahnya.
Ilmuan Oseanografer Simon Boxall dari University of Southampton mengungkapkan bahwa fenomena gelombang raksasa atau rogue waves diyakini menjadi penyebab utama hilangnya kapal dan pesawat di kawasan Segitiga Bermuda tersebut.
Segitiga Bermuda yang membentang di antara ujung selatan Florida, Puerto Riko, dan Pulau Bermuda di Atlantik Utara, sudah lama dikenal sebagai wilayah penuh misteri.
Lebih dari 50 kapal dan 20 pesawat dilaporkan hilang di kawasan ini selama beberapa abad terakhir. Catatan tentang kejanggalan perairan tersebut bahkan sudah ada sejak era Christopher Columbus.
BACA JUGA:Ilmuwan Temukan Samudra Tersembunyi di Bawah Bumi, 3 Kali Lipat Samudra Permukaan
Dalam buku harian pelayarannya menuju Dunia Baru tahun 1492, Columbus menulis tentang jarum kompas yang bergerak tidak wajar, cahaya misterius di cakrawala, serta gumpalan air putih aneh di lautan. Catatan itu menjadi salah satu rujukan awal yang memunculkan spekulasi tentang bahaya Segitiga Bermuda.
Namun menurut Boxall, misteri itu bisa dijelaskan secara ilmiah. Ia menyebut fenomena rogue waves terbentuk dari pertemuan badai yang datang dari arah selatan, utara, dan terkadang Florida. Ketika tiga badai bertemu, hempasan gelombang dapat mencapai lebih dari 30 meter.
“Gelombang itu sangat curam dan tinggi. Kapal yang terjebak bisa terangkat di antara dua puncak gelombang lalu patah menjadi dua. Makin besar kapalnya, makin parah kerusakannya,” ujar Boxall dalam dokumenter Channel 5 The Bermuda Triangle Enigma.
Untuk menguji teorinya, tim Boxall melakukan simulasi menggunakan model USS Cyclops, kapal angkut milik Angkatan Laut Amerika Serikat yang hilang pada 1918 bersama 309 awaknya.
BACA JUGA:Penelitian Terbaru NASA Ungkap Rahasia & Fakta Mengejutkan Tentang Planet Mars
Hasil simulasi menunjukkan bahwa jika kapal sejenis dihantam gelombang raksasa, maka dalam waktu hanya dua hingga tiga menit kapal bisa patah dan tenggelam.
“Bayangkan gelombang raksasa dengan puncak di kedua ujungnya, sementara bagian tengah kapal tidak mendapat penopang. Hasilnya, kapal bisa patah dua dalam sekejap,” jelasnya.
Meski demikian, klaim ilmuwan Inggris ini tidak lepas dari perdebatan. Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan Segitiga Bermuda lebih berbahaya dibanding perairan lain yang sibuk dilalui jalur pelayaran dunia.
Menurut NOAA, sebagian besar insiden di kawasan itu dapat dijelaskan oleh faktor lingkungan. Laut Karibia yang dipenuhi pulau-pulau menciptakan area perairan dangkal, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan navigasi kapal.