Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Ilmu Tanah dalam Lensa Geografi Bagi Lingkungan dan Manusia

Ilustrasi - Foto udara petani menggarap sawah di kawasan kaki Gunung Marapi, Nagari Pariangan, Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (19/8/2025). Kementerian Pertanian memproyeksikan produksi beras nasional hingga September 2025 surplus sebanyak 4,86 juta t-Iggoy el Fitra/nym-ANTARA FOTO

Tanah merupakan salah satu komponen utama yang menopang kehidupan di bumi. Tidak hanya menjadi tempat berpijak, tanah juga berperan penting dalam menyediakan unsur hara bagi tanaman, menyimpan air, serta menjadi habitat bagi berbagai organisme.

Lebih dari itu, tanah yang sehat menjadi fondasi ketahanan pangan, karena kualitas dan ketersediaannya menentukan produktivitas pertanian.

Pemahaman terhadap kondisi tanah juga menjadi dasar dalam memprediksi ketersediaan pangan, baik untuk masa kini maupun masa mendatang, sehingga penguatan fungsi tanah yang lebih luas dan berkelanjutan menjadi kunci bagi keberlangsungan hidup manusia.

Pada awal permulaan sains modern, tanah lebih banyak dikaji untuk kepentingan media tanam sehingga diteliti untuk mendukung sektor pertanian.

BACA JUGA:Fenomena Self Reward di Tengah Resesi Ekonomi, Mirip Lipstick Effect

Di masa tersebut para ilmuwan seperti ahli geologi, ahli kimia, ahli fisika, dan ahli biologi mengarahkan penelitian di bidang ilmu tanah untuk meningkatkan produktifitas tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.

Seiring berjalannya waktu, hasil penelitian demi penelitian mengungkap bahwa peran tanah lebih luas dan kompleks karena tanah juga menjadi tempat penyimpan air lingkungan, penyaring polutan dan limbah, pengatur siklus karbon, dan tentu penentu kesehatan ekosistem secara keseluruhan.

Perkembangan keilmuan dalam satu dekade terakhir menunjukkan bahwa tanah berperan penting sebagai penyerap karbon alami melalui proses penyimpanan bahan organik.

Dengan pengelolaan yang baik, tanah dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan menahan pelepasan karbon ke atmosfer.

Praktik seperti konservasi tanah, agroforestri, dan pertanian berkelanjutan meningkatkan kapasitas tanah dalam menyimpan karbon. Oleh karena itu, pengembangan konsep ilmu tanah menjadi penting untuk diperkuat sebagai ilmu bersifat yang multi-disiplin, multi-skala, dan multi-implementasi.

BACA JUGA:Manajemen Risiko dan Kunci Ketahanan Bisnis

Definisi baru ilmu tanah di tingkat global

Berdasarkan perkembangan ilmu dan tuntutan baru terkait fungsi tanah tesebut, pada Januari 2025, dua ilmuwan yaitu Alfred E. Hartemink dari Department of Soil & Environmental Sciences, University of Wisconsin-Madison, Amerika, dan Alex B McBratney dari Sydney Institute of Agriculture & School of Life & Environmental Sciences, The University of Sydney, Australia menawarkan definisi baru untuk ilmu tanah di Jurnal Soil Security.

Keduanya mendefinisikan ilmu tanah sebagai: “Studi tentang tanah di Bumi dan planet-planet lain, dengan menggunakan teori dan pengetahuan yang terus berkembang, untuk memahami peran tanah dalam menopang fungsi ekosistem, mengatasi tantangan lingkungan, dan mendukung umat manusia.”

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan