Kapal Ekspedisi Korpala Unhas Singgah di Pantai Serdang Beltim, Telusuri Jejak Pengembara Laut Nusantara
Kapal Ekspedisi Korpala Unhas Singgah di Pantai Serdang Beltim, Telusuri Jejak Pengembara Laut Nusantara-Muchlis Ilham/BE-
MANGGAR, BELITONGEKSPRES.COM - Kapal ekspedisi milik Korps Pecinta Alam (Korpala) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar resmi berlabuh di Pantai Serdang, Manggar, Belitung Timur (Beltim), Jumat (29/8/2025).
Persinggahan kapal Korpala Unhas di Beltim menjadi bagian dari rangkaian Ekspedisi Akademisi III yang bertujuan menelusuri jejak persebaran para pengembara laut Nusantara.
Ketua Tim Ekspedisi Muhammad Nur Akram mengungkapkan, bahwa Pantai Serdang merupakan titik ke-21 yang mereka singgahi sejak pelayaran dimulai pada 3 Agustus 2025.
Hingga hari ke-26 pelayaran, tim telah menempuh ribuan mil laut dan menghadapi berbagai tantangan, terutama cuaca ekstrem di beberapa wilayah perairan.
BACA JUGA:Kejari Beltim Gelar Adhyaksa Fair 2025: Dari Pemeriksaan Kesehatan hingga Pasar Murah
BACA JUGA:Kolaborasi Kejari Beltim, Pemda dan PT Timah Wujudkan Wisata Unggulan Selinsing
“Di Manggar kami akan berada hingga Minggu (31/8/2025), selanjutnya melanjutkan pelayaran ke Pulau Bangka sebelum menuju Singapura,” ujar Akram kepada Belitong Ekspres.
Ekspedisi ini mengusung tema “Menelusuri Jejak Persebaran Pengembara Laut” dengan fokus pada enam kelompok etnis besar pelaut: Bugis, Makassar, Mandar, Buton, Madura, dan Bajau.
Penelitian dilakukan melalui pendekatan budaya dan sejarah maritim, membandingkan kesamaan budaya pesisir dari berbagai wilayah Nusantara hingga Asia Tenggara.
“Negara tujuan kami antara lain Malaysia, Singapura, dan Thailand. Sebagian dari kami sebelumnya juga mengikuti ekspedisi Bajo di Sulawesi untuk meneliti diaspora Bugis-Makassar, termasuk sosok bersejarah Demangale yang pernah memimpin di Thailand selatan,” jelas Akram.
BACA JUGA:Kejari Beltim Peringati HBA ke-80 Lewat Adhyaksa Fair dan Sinergi Bangun Wisata Selinsing
Sejarah Ekspedisi Akademisi sendiri dimulai sejak 1996 dengan pelayaran perdana bertema perdagangan Bugis-Makassar yang menempuh rute Makassar – Kalimantan – Jakarta. Disusul pada 2011 dengan rute Makassar – Darwin, Australia, yang fokus pada tradisi pencarian teripang oleh pelaut Sulawesi.
Dalam pelayaran tahun ini, tim dibagi menjadi dua kelompok: enam orang di laut dan dua orang di darat. Mereka mendapat banyak dukungan dari jaringan kekerabatan etnis Bugis di berbagai daerah yang disinggahi.