Bandara Thaif Dinilai Belum Ideal untuk Penerbangan Jamaah Haji Indonesia
Menteri Agama Nasaruddin Umar-Asep Firmansyah-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan rencana penggunaan Bandara Thaif, Arab Saudi, untuk penerbangan jamaah haji Indonesia belum sepenuhnya ideal karena masih ada tantangan teknis yang cukup serius.
Ia menyebut meskipun otoritas Arab Saudi telah memberikan izin prinsip, sejumlah kendala perlu dipertimbangkan secara matang sebelum bandara tersebut benar-benar digunakan.
Dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Jakarta, Rabu, Menag mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke Thaif dan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Dari hasil kajian, ada kesulitan mendaratkan pesawat berbadan lebar di bandara tersebut.
Salah satu kendala utama adalah letak Bandara Thaif yang berada di ketinggian lebih dari 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi geografis ini dinilai cukup berisiko terhadap keselamatan penerbangan, khususnya bagi pesawat berkapasitas besar.
BACA JUGA:Cegah Salah Sasaran, Komdigi Perkuat Data Bansos dengan Sinkronisasi DTSEN-Dukcapil Nasional
BACA JUGA:Polri Kembali Blokir 576 Rekening Judi Online Senilai Rp63,7 Miliar
Selain itu, ketebalan landasan pacu juga menjadi perhatian. Landasan yang relatif tipis dikhawatirkan tidak mampu menopang bobot pesawat haji berbadan lebar. Selama ini bandara tersebut hanya digunakan untuk pesawat kecil, sedangkan penggunaan pesawat kecil bagi jamaah haji akan membuat biaya perjalanan jauh lebih mahal.
Nasaruddin menambahkan, meskipun Arab Saudi telah membuka opsi pemanfaatan Bandara Thaif untuk Indonesia, syaratnya adalah harus memenuhi standar penerbangan internasional. Namun ia menilai infrastruktur yang tersedia masih belum sepenuhnya mendukung, termasuk fasilitas embarkasi yang masih terbatas.
Pemerintah Arab Saudi disebut memang berencana mengembangkan sejumlah bandara baru, termasuk di kawasan Thaif. Karena itu, pemerintah Indonesia akan terus memantau perkembangan pembangunan bandara tersebut sambil menjajaki opsi terbaik untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan lebih lancar, aman, dan efisien. (ant)