Budaya Belitong Dihidupkan Lewat Pameran Lukisan 'Aku dan Alam Sekitarku'
Pameran tunggal lukisan realis bertajuk “Aku dan Alam Sekitarku” karya perupa muda Juliansyah di Cafe Bellville Billitone, Desa Gantung, Sabtu (23/8/2025)-Muchlis Ilham/BE-
GANTUNG, BELITONGEKSPRES.COM – Budaya lokal Belitong mendapat ruang ekspresi yang kuat lewat pameran tunggal lukisan realis bertajuk “Aku dan Alam Sekitarku” karya perupa muda Juliansyah.
Pameran ini digelar di Cafe Bellville Billitone, Desa Gantung, Sabtu (23/8/2025) dan menampilkan 67 lukisan realis yang mengangkat kehidupan masyarakat serta kearifan lokal Belitung Timur (Beltim).
Yang menarik, seluruh lukisan karya Juliansyah atau yang akrab disapa Juju, dibuat di atas kertas menggunakan cat air.
Objek yang diangkat dalam lukisannya merupakan representasi dari realitas masyarakat Kecamatan Gantung, mulai dari aktivitas tambang, pertanian, hingga budaya tradisional Urang Belitong.
BACA JUGA:Pameran Tunggal Lukisan Realis Juliansyah di Gantung Angkat Tema 'Aku dan Alam Sekitarku'
Wujudkan Cinta Budaya Lewat Goresan Cat Air
Meski baru menekuni seni lukis sejak tahun 2023, karya Juju telah mampu menciptakan narasi visual yang kuat.
Ia terinspirasi untuk melukis setelah bertemu dengan seniman rupa senior Belitung, Mansyur Mas’ud, yang kemudian menjadi salah satu sosok penting dalam perjalanan kreatifnya.
“Lukisan-lukisan ini berbicara tentang kehidupan. Saya ingin mengangkat apa yang saya lihat di sekitar, karena budaya kita sangat kaya dan patut dijaga,” ungkap Juju kepada Belitong Ekspres.
Melalui karya realisnya, Juju tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga menghadirkan cerita, nilai, dan makna budaya lokal kepada publik.
BACA JUGA:Bupati Beltim: Investasi Rp400 Miliar PT VIP Jadi Motor Penggerak Ekonomi Baru
Apresiasi Tokoh Seni dan Pemerintah Daerah
Seniman senior Belitong, Mansyur Mas’ud, turut hadir dan menyatakan rasa bangganya atas terselenggaranya pameran tunggal tersebut. Ia menyebut pameran ini sebagai “monumen sejarah seni rupa” di Belitung Timur.
“Dari tujuh kabupaten/kota di Bangka Belitung, mungkin baru di Gantung ini yang mengadakan pameran tunggal seperti ini. Ini adalah epicentrum seni rupa yang gelombangnya akan menyebar,” ujar Mansyur.