Jaga Stabilitas dan Harga Pangan, Bulog Sudah Salurkan 18,5 Ton Beras SPHP hingga Awal Agustus 2025
Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq (kanan) saat menerima kunjungan Anggota Komisi IV DPR RI yang dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto (kiri) di Kompleks Pergudangan Panaikang Perum Bulog Kantor Cabang Makassar Kantor Wilayah-Humas Bulog-ANTARA/HO
BELITONGEKSPRES.COM - Perum Bulog mencatat penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah mencapai 18.500 ton hingga pekan pertama Agustus 2025. Program ini menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga beras dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Sejak diluncurkan pada Juli 2025, penyaluran SPHP secara nasional sudah mencapai 18.500 ton,” ujar Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq, saat menerima kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Kompleks Pergudangan Panaikang, Makassar.
Khusus di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, distribusi SPHP telah menembus 2.400 ton. Bulog menargetkan total penyaluran mencapai 1,5 juta ton hingga akhir 2025 untuk mengendalikan lonjakan harga di pasar. “Dengan subsidi pemerintah yang mengintervensi pasar, diharapkan harga beras tetap terkendali,” tambah Marga.
Kunjungan kerja ini dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, bersama Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
BACA JUGA:Realisasi Biodiesel B40 Semester I 2025 Capai 6,8 Juta KL | Sudah 50,4 Persen dari Target Tahunan
BACA JUGA:DPR Apresiasi Investasi Sektor ESDM Naik 24,8 Persen | Tembus Rp225,9 Triliun pada Semester I/2025
Titiek menyampaikan apresiasi atas ketersediaan stok beras Bulog di Sulsel yang mencapai 500 ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh gudang Bulog bahkan hingga sewa gudang pihak ketiga. Ia optimistis harga beras akan segera normal melalui intervensi pasar yang dilakukan Bulog.
Selain itu, Titiek memuji Sentra Pengolahan Beras (SPB) di Gudang Panaikang yang mampu menghasilkan beras premium berkualitas tinggi. “Ini luar biasa dan bisa jadi contoh bagi daerah lain. Bukan oplos beras, tapi peningkatan kualitas,” ujarnya. (ant)